Jokowi Datang ke Kirab Budaya PSI di Tegal, PSI Tegaskan Politik Berbasis Kearifan Lokal

INBERITA.COM, Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, menghadiri Kirab Budaya yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Tegal.

Kehadiran Jokowi dalam kegiatan tersebut langsung menyedot perhatian warga. Mengenakan kemeja putih khasnya, ia tampak santai dan membaur bersama masyarakat yang memadati lokasi acara.

Dalam agenda bertajuk Kirab Budaya PSI di Tegal itu, Jokowi didampingi oleh Wakil Ketua Umum PSI, Isyana Bagoes Oka.

Momen kebersamaan terlihat ketika Jokowi menyaksikan langsung Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, membuka rangkaian acara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tampak tersenyum dan tertawa ringan saat Kaesang menyampaikan sambutannya di hadapan kader dan masyarakat yang hadir.

Kirab Budaya PSI di Tegal menjadi salah satu strategi sosialisasi partai yang dikemas dengan pendekatan budaya.

Kaesang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda politik biasa, melainkan bentuk komitmen partai untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui tradisi dan kearifan lokal.

Menurut Kaesang, PSI ingin memastikan bahwa setiap langkah dan aktivitas politik yang dijalankan tetap berpijak pada akar kebudayaan masyarakat setempat.

Oleh karena itu, konsep kirab budaya dipilih sebagai sarana memperkenalkan partai tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisi yang sudah hidup dan berkembang di tengah warga.

“Kami ingin hadir dengan cara yang menyenangkan, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Politik harus bisa berjalan seiring dengan kebudayaan, bukan meninggalkannya,” ujar Kaesang.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi PSI yang berupaya membangun citra sebagai partai yang inklusif dan menghormati tradisi lokal.

Kirab budaya dinilai menjadi medium efektif untuk mempertemukan unsur politik, kebudayaan, dan partisipasi masyarakat dalam satu ruang yang cair dan komunikatif.

Tak hanya berorientasi pada sosialisasi partai, Kirab Budaya PSI di Tegal juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para seniman lokal.

Dengan keterlibatan tersebut, ruang promosi dan apresiasi terbuka lebih luas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah.

PSI meyakini bahwa pembangunan dan kemajuan suatu daerah tidak dapat berdiri sendiri.

Politik, kebudayaan, solidaritas sosial, serta pemberdayaan UMKM dan seniman lokal perlu bergerak secara sinergis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kirab budaya menjadi simbol dari kolaborasi tersebut.

Kehadiran Jokowi dalam Kirab Budaya PSI di Tegal pun semakin menguatkan sorotan publik terhadap kegiatan ini.

Sosoknya yang identik dengan pendekatan merakyat dinilai selaras dengan konsep acara yang mengedepankan interaksi langsung dengan warga.

Sebelumnya, jajaran pengurus PSI juga menunjukkan kepedulian sosial di wilayah Kabupaten Tegal.

Mereka mendatangi langsung lokasi pengungsian korban bencana tanah bergerak untuk menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak.

“Selain kirab kebudayaan yang dilaksanakan PSI hari ini, DPP PSI juga telah turun langsung menyerahkan bantuan bencana tanah bergerak kemarin,” kata Kaesang.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa rangkaian kegiatan PSI di Tegal tidak hanya berfokus pada agenda politik dan budaya, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

Dengan kombinasi antara kirab budaya, pemberdayaan UMKM, dukungan terhadap seniman lokal, serta aksi sosial, PSI berupaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Tegal.

Kirab Budaya PSI di Tegal pun menjadi momentum penting yang memadukan unsur politik dan tradisi lokal, sekaligus menghadirkan Presiden Jokowi di tengah masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.