INBERITA.COM, Aktor laga asal Indonesia, Joe Taslim, kembali menarik perhatian dunia lewat kiprahnya di industri film internasional.
Dua proyek terbarunya, The Furious dan Mortal Kombat 2, tidak hanya memperkuat posisinya sebagai aktor global, tetapi juga mempertegas representasi Asia, khususnya Indonesia, dalam perfilman dunia.
Dalam sebuah diskusi santai bertajuk “Kopi Darat bersama Joe Taslim”, aktor kelahiran Palembang ini berbagi cerita tentang pengalaman membanggakan yang ia raih bersama film The Furious.
Film aksi bela diri Asia tersebut diputar perdana di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF), tepatnya dalam program Midnight Madness yang dikenal menghadirkan tontonan penuh aksi dan adrenalin.
“Bagi saya, kesempatan untuk ikut serta dalam The Furious sudah sangat membanggakan. Ditambah lagi film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF), membuat pengalaman ini terasa luar biasa dalam perjalanan karier saya sebagai aktor Indonesia,” ungkap Joe Taslim.
Disutradarai oleh Tanigaki Kenji, The Furious mengangkat tema serius tentang perdagangan manusia. Dalam film ini, Joe memerankan karakter Navin, seorang jurnalis yang berubah menjadi pejuang demi menyelamatkan seorang anak yang diculik.
Ia beradu akting dengan sejumlah bintang laga Asia ternama seperti Xie Miao, Jeeja Yanin, Mo Tse, serta aktor bela diri asal Indonesia, Yayan Ruhian.
Menurut Joe, atmosfer serta koreografi pertarungan dalam The Furious mengingatkannya pada kejayaan film-film aksi Hong Kong, yang dikenal memadukan ketegangan dan hiburan dalam balutan seni bela diri.
Selain bercerita tentang proyek filmnya, Joe Taslim juga menyampaikan kegelisahannya karena merasa kurang memiliki ruang untuk berdialog dengan media Indonesia.
Hal ini ia sampaikan dengan nada jujur namun penuh kehangatan, mencerminkan keinginannya untuk tetap dekat dengan publik tanah air meski kariernya kini banyak berpusat di luar negeri.
“Dua hari aku ketemu pers luar. Semuanya ngomongin film lah, sampai aku ngerasa kayak, ‘Kok gue banyak ketemu pers luar, tapi kok sama pers Indonesia gak banyak (ketemu),’” tutur Joe Taslim, mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam.
Kegelisahan itu bukan tanpa alasan. Meskipun aktif berkiprah di panggung global, Joe tetap ingin menjaga koneksi dan komunikasi dengan publik serta media di Indonesia, tempat di mana ia memulai kariernya sebagai aktor.
Tak hanya The Furious, Joe Taslim juga bersiap untuk kembali menyapa penonton dunia melalui film Mortal Kombat 2, yang dijadwalkan rilis secara global pada 15 Mei 2026.
Film ini merupakan kelanjutan dari Mortal Kombat (2021), sebuah adaptasi dari game pertarungan legendaris yang memiliki basis penggemar kuat di seluruh dunia.
Namun, kali ini Joe tampil dalam wujud berbeda. Jika sebelumnya ia memerankan Sub-Zero, di Mortal Kombat 2 ia akan hadir sebagai Noob Saibot — sosok bayangan misterius yang lahir setelah kematian Sub-Zero dalam film pertama.
Karakter ini dikenal luas di kalangan gamer karena kemampuan shadow clone-nya yang ikonik dan penampilan gelap nan mematikan.
Keterlibatan Joe dalam dua proyek besar ini menjadi bukti nyata bahwa aktor Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, kehadiran Joe juga menjadi representasi kuat Asia di industri hiburan global.
Dalam konteks The Furious, Joe merasa bangga karena film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menyuarakan isu serius yang relevan, termasuk perdagangan manusia — sebuah permasalahan yang juga memiliki kedekatan dengan realitas sosial di Indonesia.
Ia berharap film ini bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan penting kepada penonton di berbagai belahan dunia, sekaligus membuka mata industri film internasional terhadap potensi besar dari Asia Tenggara.
Kehadiran Joe Taslim di TIFF dan keterlibatannya dalam Mortal Kombat 2 juga menjadi penanda semakin kuatnya posisi aktor-aktor Asia dalam industri perfilman dunia.
Sementara itu, Joe sendiri berharap agar suksesnya di luar negeri tetap bisa dinikmati dan diapresiasi oleh publik Indonesia. Ia ingin karya-karyanya tidak hanya dikenal di festival luar negeri, tetapi juga mendapat tempat di hati penonton tanah air.
Dengan jadwal rilis Mortal Kombat 2 yang sudah ditetapkan, serta sambutan hangat terhadap The Furious di Toronto, tahun-tahun mendatang tampaknya akan menjadi momen penting dalam karier Joe Taslim.
Di tengah kesibukannya menjelajah panggung global, satu hal yang pasti: Joe tetap ingin pulang dan berbagi cerita dengan media serta masyarakat Indonesia, tempat asal semua langkah besarnya bermula. (xpr)