INBERITA.COM, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pembangunan proyek jalan tol yang strategis, dengan fokus pada aktivitas konstruksi yang terencana, bertahap, dan terukur.
Hingga Oktober 2025, perusahaan ini telah mencatatkan capaian signifikan dalam beberapa proyek tol prioritas yang diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek-proyek jalan tol dengan standar mutu yang tinggi dan tepat waktu.
Selain itu, Jasa Marga berupaya mengelola risiko dengan lebih baik, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, serta menjaga transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.
“Jasa Marga berkomitmen untuk menyelesaikan proyek jalan tol dengan mutu sesuai standar, tepat waktu, mengelola risiko dengan baik, serta menjaga transparansi yang maksimal,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Minggu (9/11/2025).
Komitmen tersebut menunjukkan tekad Jasa Marga untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan tol yang berdampak pada perekonomian nasional, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik.
Hingga 17 Oktober 2025, Jasa Marga telah mencatatkan progres signifikan pada sejumlah ruas jalan tol yang strategis, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi regional.
Beberapa proyek tol yang telah mencapai kemajuan pesat antara lain:
- Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Gending-Kraksaan dengan progres 98,10%.
- Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Kraksaan-Paiton yang telah selesai 100%.
- Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Paiton-Besuki dengan progres 87,19%.
- Tol Yogyakarta-Bawen segmen Ambarawa-Bawen yang telah tercapai 75,46%.
- Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Purwomartani dengan progres 88,88%.
- Tol Jakarta-Cikampek II Selatan segmen Bojongmangu-Sadang dengan pencapaian 90,83%.
- Tol Akses Patimban, yang saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres 91,09%.
Proyek-proyek ini merupakan bagian dari rangkaian pembangunan infrastruktur jalan tol yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah akses logistik, serta mempercepat mobilitas masyarakat.
Keberhasilan proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, efisiensi biaya logistik, serta pengurangan waktu tempuh yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas masyarakat.
Selain fokus pada kemajuan proyek-proyek tol, Jasa Marga juga berkomitmen untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap lini bisnisnya.
Salah satu contoh konkret dari komitmen tersebut adalah melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan di sekitar proyek jalan tol.
Jasa Marga telah melakukan sejumlah kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan, seperti penanaman pohon di sekitar koridor jalan tol, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelestarian alam.
Selain itu, perusahaan juga mengimplementasikan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam proyek-proyek tol, seperti yang dilakukan di proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan penerapan teknologi Hybrid Wind Tree sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Tidak hanya itu, Jasa Marga juga berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar proyek tol dengan mengembangkan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yang membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Jasa Marga juga menjalankan Creating Shared Value (CSV), salah satunya melalui program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink), yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar proyek Jalan Tol Jogja-Bawen.
Selain program kesehatan, perusahaan juga berperan dalam pengembangan pertanian melalui modernisasi pertanian di wilayah operasional Jalan Tol Jogja-Solo, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.
Melalui proyek-proyek yang sedang berjalan dan rencana pembangunan lainnya, Jasa Marga berupaya untuk terus meningkatkan konektivitas antarkota, yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan efisiensi biaya logistik bagi pelaku usaha.
Dengan keberhasilan proyek-proyek tol ini, Jasa Marga juga berharap dapat berkontribusi dalam pengurangan waktu tempuh, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas masyarakat dan mempermudah akses barang dan jasa ke pasar yang lebih luas.
Sebagai salah satu pemain utama dalam sektor infrastruktur jalan tol di Indonesia, Jasa Marga tidak hanya fokus pada pencapaian fisik proyek, tetapi juga berusaha menjalankan bisnis secara berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.
Dengan komitmen kuat untuk menyelesaikan proyek-proyek tol secara efisien dan transparan, serta memperhatikan aspek keberlanjutan, Jasa Marga bertekad untuk terus menjadi bagian penting dari transformasi infrastruktur yang mendukung perekonomian Indonesia. (xpr)