Israel Gencarkan Serangan ke Gaza Jelang Inisiatif Perdamaian Internasional AS, Korban Terus Bertambah

INBERITA.COM, Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk setelah militer Israel meningkatkan intensitas operasi di sejumlah wilayah pada Selasa (30/6/2026).

Serangan yang menyasar kawasan permukiman dan infrastruktur sipil memaksa puluhan keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka demi mencari lokasi yang lebih aman.

Kota Khan Younis, Rafah, hingga Gaza City menjadi titik utama operasi militer. Selain serangan artileri, penghancuran bangunan dan rumah warga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat konflik berkepanjangan.

Peningkatan operasi tersebut berlangsung di tengah perhatian internasional terhadap rencana peluncuran proyek percontohan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.

Meski demikian, aktivitas militer di lapangan justru menunjukkan eskalasi yang belum mereda.

Berdasarkan laporan koresponden WAFA, pasukan Israel pada Selasa pagi melaksanakan sedikitnya empat operasi penghancuran yang menargetkan rumah-rumah warga serta fasilitas sipil di wilayah timur dan timur laut Khan Younis.

Di wilayah Rafah, tembakan artileri menghantam kawasan barat laut kota. Sementara kendaraan militer Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan ke arah wilayah timur Khan Younis.

Tekanan militer turut meluas ke Gaza City. Pasukan Israel dilaporkan meledakkan sebuah robot yang membawa bahan peledak dalam jumlah besar di lingkungan Tuffah, timur laut kota.

Ledakan tersebut terjadi di tengah operasi yang menargetkan kawasan permukiman.

Pada saat yang sama, suara tembakan dari kendaraan militer serta ledakan sporadis terdengar di lingkungan Shuja’iyya dan Tuffah, menambah kekhawatiran warga yang masih bertahan di wilayah tersebut.

Operasi juga menjangkau bagian utara Jalur Gaza. Penembakan dilaporkan mengenai wilayah timur Beit Lahia hingga kawasan Atatra yang berada di barat laut Gaza City.

Menurut sumber medis setempat, sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dilaporkan meninggal dunia pada Senin akibat serangan yang terjadi di berbagai lokasi. Sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Data dari otoritas kesehatan menyebutkan jumlah korban sejak pelanggaran gencatan senjata pada Oktober 2025 telah mencapai 1.045 orang meninggal dunia, sementara 3.380 lainnya mengalami luka-luka.

Secara keseluruhan, dampak konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 terus menunjukkan angka yang tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari sumber kesehatan Palestina, jumlah korban meninggal telah mencapai 73.058 orang, sedangkan 173.488 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Meningkatnya operasi militer kembali memperlihatkan besarnya dampak konflik terhadap warga sipil.

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hilangnya tempat tinggal, serta terbatasnya akses terhadap layanan dasar memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Di tengah berbagai upaya diplomasi yang terus diupayakan sejumlah negara, situasi di lapangan masih memperlihatkan bahwa kebutuhan akan perlindungan warga sipil dan akses bantuan kemanusiaan tetap menjadi tantangan utama dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.