INBERITA.COM, Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 terancam batal meski telah memastikan tiket lolos.
Situasi geopolitik yang memanas menyusul serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 membuat keikutsertaan Timnas Iran di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu kini berada di ujung tanduk.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, secara terbuka mengisyaratkan bahwa peluang negaranya tampil di Piala Dunia 2026 sangat kecil.
Pernyataan tersebut sontak memicu spekulasi luas mengenai siapa pengganti Iran jika benar-benar batal berlaga di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat tersebut.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia, tetapi para pejabat olahraga yang harus memutuskan soal itu,” ujar Taj berbicara di televisi publik Teheran dan dikutip Media.
Ucapan itu muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin tajam antara Iran dan Amerika Serikat. Seperti diketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Kondisi tersebut menambah kompleksitas persoalan, mengingat seluruh pertandingan fase grup yang melibatkan Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah AS.
Sebelumnya, Iran memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 pada Maret 2025 setelah bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan.
Hasil tersebut cukup untuk mengunci satu tiket dan menandai partisipasi keempat secara beruntun serta ketujuh sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Dalam pembagian grup, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Namun, kelolosan di atas lapangan kini dibayangi ketidakpastian di luar lapangan. Operasi tempur besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 menjadi titik balik situasi.
Ketegangan meningkat drastis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer tersebut.
Dampak konflik tidak hanya dirasakan di ranah internasional. Kompetisi liga domestik Iran juga dilaporkan ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Situasi keamanan dan stabilitas nasional menjadi pertimbangan utama berbagai pihak, termasuk otoritas olahraga.
Masalah hubungan diplomatik sebenarnya sudah sempat mencuat sebelumnya. Pada Desember 2025, delegasi Iran dilaporkan sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat untuk menghadiri undian Piala Dunia 2026 karena persoalan visa.
Meski larangan itu akhirnya dicabut, kebijakan pembatasan perjalanan yang lebih luas terhadap warga dari sejumlah negara, termasuk Iran, tetap menimbulkan kekhawatiran.
Walaupun pemain tim nasional disebut mendapat pengecualian, situasi politik yang terus berkembang membuat kepastian partisipasi tetap menjadi tanda tanya besar.
FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen menyelenggarakan Piala Dunia 2026 secara aman dengan partisipasi seluruh tim yang telah lolos.
Namun dengan jadwal turnamen yang semakin dekat, spekulasi mengenai calon pengganti Iran mulai bermunculan.
Sejumlah nama seperti Uni Emirat Arab dan Irak disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk mengisi slot di Grup G apabila Iran resmi mengundurkan diri atau didiskualifikasi.
Hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait skenario tersebut.
Ketidakpastian ini memicu perhatian besar dari penggemar sepak bola dunia. Selain berdampak pada komposisi Grup G, absennya Iran juga akan memengaruhi peta persaingan dan persiapan tim lain yang telah menyusun strategi menghadapi wakil Asia tersebut.
Dengan situasi politik dan keamanan yang masih dinamis, keputusan akhir mengenai nasib Iran di Piala Dunia 2026 kini berada di tangan otoritas sepak bola dan pemangku kepentingan terkait.
Dunia menanti kepastian: apakah Iran tetap tampil sesuai hasil kualifikasi, atau justru harus merelakan tempatnya di panggung sepak bola terbesar dunia akibat konflik geopolitik yang belum mereda.