IPO SpaceX Disebut Bisa Jadi Terbesar Sepanjang Sejarah, Elon Musk Pastikan Tetap Pegang Saham

INBERITA.COM, Perusahaan antariksa SpaceX kembali menjadi sorotan pasar global setelah muncul kabar bahwa perusahaan milik Elon Musk itu tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat.

Di tengah spekulasi besar yang berkembang di pasar, Musk justru mengirim sinyal tegas kepada investor: dia tidak akan melepas kepemilikan sahamnya.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Elon Musk melalui akun media sosial X. Respons itu muncul setelah seorang pengguna menyinggung kemungkinan Musk menjual saham SpaceX setelah masa lockup IPO berakhir, seperti yang lazim terjadi pada banyak perusahaan teknologi yang baru melantai di bursa.

“Saya tidak menjual saham apa pun,” tulis Musk.

Pernyataan singkat itu langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena dianggap menunjukkan tingkat keyakinan tinggi Musk terhadap masa depan SpaceX. Dalam dunia investasi, keputusan pendiri perusahaan untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham sering dibaca sebagai sinyal positif mengenai prospek bisnis jangka panjang.

Kabar IPO SpaceX sendiri sudah lama menjadi pembicaraan di Wall Street. Namun dalam beberapa pekan terakhir, proses menuju pencatatan saham disebut bergerak jauh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.

Laporan media internasional menyebut perusahaan roket dan satelit tersebut sedang mempersiapkan pengajuan IPO publik dalam waktu dekat setelah sebelumnya dikabarkan telah menyerahkan dokumen IPO secara rahasia.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, SpaceX diproyeksikan menghimpun dana hingga 75 miliar dollar AS atau setara lebih dari Rp1.200 triliun. Dengan target valuasi menembus 2 triliun dollar AS, IPO ini berpotensi menjadi penawaran saham terbesar sepanjang sejarah pasar modal global.

Nilai tersebut bahkan melampaui banyak IPO teknologi terbesar yang pernah tercatat di Wall Street. Skala valuasi itu juga memperlihatkan bagaimana SpaceX kini tidak lagi dipandang sekadar perusahaan peluncuran roket, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri teknologi masa depan.

Dominasi SpaceX dalam bisnis peluncuran satelit dan layanan internet Starlink menjadi faktor utama yang membuat investor global menaruh perhatian besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berhasil mengubah industri antariksa dengan menekan biaya peluncuran roket dan memperluas jaringan satelit internet berkecepatan tinggi ke berbagai negara.

Keberhasilan itu membuat SpaceX memiliki posisi strategis di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas global dan perkembangan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang membutuhkan infrastruktur data besar.

Di sisi lain, langkah IPO SpaceX juga dianggap sebagai ujian penting bagi kebangkitan pasar IPO global. Selama beberapa tahun terakhir, pasar penawaran saham sempat melambat akibat tingginya suku bunga, ketidakpastian ekonomi global, dan volatilitas pasar teknologi.

Kini, membaiknya minat investor terhadap sektor teknologi dan AI membuat perusahaan-perusahaan besar kembali melihat peluang masuk ke pasar modal. SpaceX diperkirakan menjadi salah satu indikator utama apakah antusiasme investor benar-benar pulih.

Menjelang IPO, para pemegang saham SpaceX juga telah menyetujui aksi pemecahan saham atau stock split dengan rasio 5 banding 1. Keputusan itu diambil atas rekomendasi dewan perusahaan.

Dalam keputusan yang disampaikan kepada pemegang saham disebutkan, “Menyetujui pemecahan saham 5 banding 1.”

Stock split tersebut membuat harga saham SpaceX menjadi lebih rendah secara nominal sehingga dianggap lebih terjangkau bagi investor ketika perusahaan resmi melantai di bursa.

Setelah pemecahan saham, nilai pasar wajar saham disesuaikan menjadi sekitar 105,32 dollar AS per saham dari sebelumnya sekitar 526,59 dollar AS.

Langkah stock split sering dilakukan perusahaan teknologi besar sebelum IPO atau ketika harga saham dinilai terlalu tinggi untuk investor ritel. Strategi ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor.

SpaceX sendiri disebut mempercepat jadwal IPO setelah proses administrasi di Securities and Exchange Commission (SEC) berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.

Awalnya IPO diperkirakan berlangsung mendekati akhir Juni 2026, namun laporan terbaru menyebut proses tersebut bisa dimulai lebih awal.

Perusahaan dijadwalkan mulai melakukan roadshow atau pemasaran resmi kepada investor pada awal Juni. Penetapan harga saham disebut diperkirakan berlangsung pada 11 Juni 2026, sementara pencatatan resmi di bursa Nasdaq direncanakan sehari setelahnya.

SpaceX juga dikabarkan akan menggunakan kode saham SPCX ketika mulai diperdagangkan di Nasdaq. Bursa teknologi terbesar di Amerika Serikat itu selama ini menjadi rumah bagi banyak perusahaan teknologi global dengan valuasi jumbo.

Dalam proses IPO ini, SpaceX menggandeng sejumlah bank investasi papan atas dunia sebagai penjamin emisi utama. Nama-nama besar seperti Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs disebut terlibat dalam proses tersebut.

Keterlibatan bank-bank investasi elite itu memperlihatkan besarnya skala transaksi yang sedang dipersiapkan. Selain itu, dukungan lembaga keuangan global juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas penawaran saham dan memastikan minat investor tetap tinggi saat IPO berlangsung.

Bagi Elon Musk, IPO SpaceX juga memiliki arti strategis yang lebih luas. Selama bertahun-tahun, SpaceX berkembang sebagai perusahaan privat dengan valuasi yang terus meningkat.

Namun masuk ke pasar publik akan membuka akses pendanaan jauh lebih besar untuk mendukung proyek-proyek ambisius perusahaan.

SpaceX diketahui tengah mengembangkan berbagai proyek besar, mulai dari ekspansi jaringan Starlink, pengembangan roket Starship, hingga misi jangka panjang ke Mars. Semua proyek tersebut membutuhkan modal dalam jumlah sangat besar dan berkelanjutan.

Di tengah ambisi tersebut, keputusan Musk untuk tidak menjual saham menjadi pesan penting bagi investor bahwa dirinya masih ingin mempertahankan kontrol dan keterlibatan penuh terhadap arah perusahaan.

Langkah itu juga dapat membantu menjaga kepercayaan pasar di tengah tingginya perhatian publik terhadap kepemimpinan Musk yang selama beberapa tahun terakhir aktif mengelola berbagai perusahaan besar sekaligus, mulai dari Tesla, X, Neuralink, hingga SpaceX.

Jika IPO SpaceX benar-benar terealisasi sesuai target valuasi, maka perusahaan ini bukan hanya mencetak sejarah baru di Wall Street, tetapi juga memperkuat posisi Elon Musk sebagai salah satu tokoh paling dominan dalam industri teknologi global modern.