Indonesia Runner-up Piala Asia Futsal 2026 Setelah Kalah di Adu Penalti Lawan Iran

INBERITA.COM, Timnas Futsal Indonesia harus puas finis di posisi kedua dalam ajang Piala Asia Futsal 2026 setelah kalah dalam drama adu penalti dari Iran.

Meski tampil luar biasa, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran yang berhasil menuntaskan laga dengan kemenangan tipis setelah skor 4-4 bertahan hingga waktu normal.

Sejak awal pertandingan, intensitas laga sudah terasa tinggi. Kedua tim langsung menunjukkan tekad besar untuk meraih kemenangan.

Baru tiga menit laga berjalan, Iran sudah berhasil mencetak gol pertama. Hossein Toyebi dengan tenang mengeksekusi tendangan pojok yang menghasilkan gol, membawa Iran unggul 1-0.

Indonesia hampir saja membalas pada menit ke-5, namun peluang Yogi Saputra dari sepakan set-piece gagal dimaksimalkan setelah upayanya berhasil digagalkan kiper Iran.

Namun, Timnas Garuda akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-7. Reza Gunawan mencetak gol penyama setelah sepakan Dewa Rizki membentur pemain lawan dan bola muntah disambar Reza di depan gawang, membuat skor menjadi 1-1.

Tak lama setelah itu, Indonesia berbalik unggul. Umpan lambung dari kiper Habiebie berhasil disambut dengan tenang oleh Israr Megantara untuk membawa Indonesia unggul 2-1.

Israr kembali mencetak gol keduanya tak lama setelah itu melalui serangan balik cepat yang diselesaikan dengan sepakan keras, membawa Indonesia menjauh 3-1 dalam tempo tiga menit yang dramatis.

Gol cepat Indonesia membuat Iran tertekan, dan beberapa kali tim yang berada di peringkat 5 dunia tersebut melakukan kesalahan umpan.

Meski begitu, Reza Gunawan harus menerima kartu kuning di menit ke-10 setelah menjatuhkan pemain Iran yang sedang melakukan serangan balik.

Pada menit ke-13, Indonesia hampir memperbesar keunggulan melalui peluang satu lawan satu yang dimiliki Firman Adriansyah, namun usaha tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Iran.

Di menit ke-16, Iran mendapat kesempatan kedua untuk mencetak gol melalui tendangan penalti setelah Brian Ick melakukan pelanggaran di area pertahanan Indonesia. Namun, Habiebie melakukan penyelamatan luar biasa dengan menggagalkan eksekusi penalti Iran.

Iran akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-18 melalui gol yang dicetak M Karimi, menjadikan skor 3-2 menjelang babak pertama usai.

Setelah jeda, Iran berusaha mengendalikan pertandingan, dan mereka berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-23 melalui gol bunuh diri Samuel Eko. Sepakan set piece dari Iran membentur tubuh Samuel dan bola berbelok masuk ke gawang Indonesia, membuat skor menjadi 3-3.

Tak mau tinggal diam, Indonesia langsung membalas lewat Samuel Eko yang menebus kesalahannya dengan tembakan keras ke gawang Iran, membawa Indonesia kembali unggul 4-3.

Kiper Habiebie kembali menjadi pahlawan dengan penyelamatan brilian di menit 24 setelah ia berhasil menepis peluang berbahaya dari Iran meski merasakan sakit pada kakinya.

Indonesia hampir memperlebar keunggulan di menit ke-32, namun peluang yang didapat Iqbal bisa dimentahkan oleh kiper Iran.

Di sisi lain, Iran terus berusaha mencetak gol penyama kedudukan. Pada menit ke-33, Habiebie kembali melakukan penyelamatan penting setelah bola sepakan keras Iran berhasil dibloknya.

Menjelang menit-menit akhir, Iran terus menekan. Di menit ke-35, Derakhshani hampir membawa Iran menyamakan kedudukan, namun tendangannya membentur mistar gawang.

Iran akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-37 melalui gol M Karimi dalam skema power play, menjadikan skor kembali 4-4. Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, Indonesia mencoba variasi serangan dengan menurunkan kiper Nizar untuk bermain dengan lima pemain. Iran hampir berbalik unggul setelah Brian Ick melakukan kesalahan, namun Nizar berhasil menyelamatkan gawang Indonesia.

Pada menit-menit krusial, Israr Megantara kembali menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak gol ketiga alias hattrick, membawa Indonesia unggul 5-4. Namun, Iran langsung membalas dengan gol dari Salar, menyamakan skor 5-5, dan laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Indonesia memulai dengan gol dari Firman Ardiansyah yang membawa Indonesia unggul 1-0. Nizar tampil cemerlang dengan menggagalkan tendangan Yousef dari Iran, membuat skor bertahan 1-0 untuk Indonesia.

Rio Pangestu menambah keunggulan bagi Indonesia menjadi 2-0, namun Iran memperkecil ketertinggalan lewat gol Derakhshani. Rizky Xavier menorehkan gol lagi untuk Indonesia, membuat skor 3-1.

Namun, Iran terus melawan. Sabfsefidi membukukan gol untuk Iran, membuat skor 3-2. Dewa Rizky gagal menambah gol bagi Indonesia setelah tendangannya dapat dibaca dengan baik oleh kiper Iran. M Salar kemudian mencetak gol bagi Iran, menyamakan kedudukan 3-3.

Ardiansyah Nur kembali memberi harapan dengan gol untuk Indonesia, membawa skor menjadi 4-3. Tayebi mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kedudukan 4-4.

Akan tetapi, Israr Megantara gagal menjalankan tugasnya dalam eksekusi penalti berikutnya, dengan sepakan yang melebar.

Iran pun unggul melalui sepakan Sabzi, akhirnya memastikan kemenangan mereka 5-4 dalam adu penalti, dan Indonesia harus puas dengan posisi runner-up dalam Piala Asia Futsal 2026.