INBERITA.COM, Warga Kota Ternate, Maluku Utara, dibuat geger oleh fenomena tak biasa yang terjadi pada Jumat pagi (22/5/2026).
Sejumlah telepon genggam mendadak mengubah zona waktu secara otomatis dari Waktu Indonesia Timur (WIT) menjadi Waktu Indonesia Tengah (WITA), menyebabkan perbedaan waktu hingga satu jam.
Perubahan mendadak itu membuat banyak warga kebingungan sejak pagi hari. Sebagian mengira perangkat mereka mengalami kerusakan, sementara lainnya baru menyadari ada masalah setelah membandingkan waktu dengan kondisi sekitar atau ponsel milik orang lain.
Fenomena tersebut bahkan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah pegawai dilaporkan terlambat masuk kantor karena jam di ponsel mereka menunjukkan waktu yang lebih lambat satu jam dari waktu sebenarnya.
Salah satu warga Ternate, Masni, mengaku pertama kali menyadari kejanggalan itu ketika bangun pagi. Saat melihat telepon genggamnya, jam masih menunjukkan pukul 06.06 WIT.
“Saya bangun pagi lihat handphone 06.06 WIT, dan langsung bangunkan anak ke sekolah,” ujar Masni.
Namun setelah mengantar anaknya, ia mulai merasa ada yang tidak beres ketika melihat waktu di ponselnya berubah menjadi WITA.
“Awalnya saya cuek. Sekitar 20 menit kemudian saya panggil ponakan pinjam hp-nya, dan terlihat jam menunjukkan pukul 08.02 di bawahnya tertulis Jayapura. Saya pikir hp saya yang error karena setelah diperhatikan tertulis WITA,” katanya.
Masni kemudian mencoba memperbaiki pengaturan waktu secara manual agar kembali ke zona WIT. Tetapi ketika pengaturan waktu otomatis diaktifkan kembali mengikuti jaringan operator seluler, jam kembali berubah ke WITA.
“Saya setel ulang jam jadi manual, kalau otomatis kembali lagi. Saya biarkan saja. Saya setel di GMT +09 Jayapura langsung jadi normal,” ujarnya.
Setelah itu, ia baru mengetahui bahwa fenomena serupa ternyata juga dialami banyak warga lain dan ramai dibahas di media sosial.
“Saya kemudian cek medsos ramai status orang jam berubah, rata-rata terlambat satu jam. Berarti bukan hp saya yang rusak,” katanya.
Kebingungan serupa dialami Aldi, warga Ternate lainnya. Ia mengaku mulai curiga karena suasana pagi terlihat sudah terang, tetapi jam di ponsel keluarga masih menunjukkan pukul lima pagi.
“Tapi kok bukan seperti pukul lima. Matahari naik sudah seperti setengah tujuh atau jam tujuh,” ujar Aldi.
Setelah memeriksa perangkat lain, Aldi baru menyadari bahwa jam sebenarnya sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Perubahan zona waktu itu akhirnya membuat banyak pegawai datang terlambat ke tempat kerja.
“Datang satu persatu dan menunjukan jam di hp itu pas pukul 08.30. Jadi semua berubah selisih satu jam, tanpa diperhatikan menunjukan WITA, jadi banyak yang terlambat masuk kerja,” katanya.
Meski demikian, menurut Aldi, pihak kantor memahami situasi yang terjadi karena fenomena tersebut dialami banyak orang secara bersamaan.
Di tengah ramainya keluhan warga, ada juga masyarakat yang mengaku tidak mengalami perubahan zona waktu di perangkat mereka. Salah satunya Febri, warga Ternate yang menyebut jam di ponselnya tetap normal sejak pagi.
“Tadi saya bangun jam lima melaksanakan shalat Shubuh, jam di hp normal saja. Iya, baru tahu setelah buka Instagram, ramai orang bahas perubahan waktu tersebut,” ujarnya.
Fenomena perubahan zona waktu otomatis pada telepon genggam sebenarnya bisa terjadi akibat gangguan sinkronisasi jaringan operator, kesalahan pembacaan lokasi, atau pembaruan sistem yang membuat perangkat menangkap zona waktu berbeda.
Sebagian besar ponsel modern menggunakan pengaturan waktu otomatis berbasis jaringan seluler dan lokasi. Ketika sistem membaca wilayah berbeda, perangkat dapat langsung menyesuaikan zona waktu tanpa konfirmasi pengguna.
Di Indonesia sendiri terdapat tiga pembagian zona waktu utama, yakni WIB, WITA, dan WIT. Kota Ternate secara resmi berada di wilayah Waktu Indonesia Timur bersama Papua, Maluku, dan sebagian wilayah timur lainnya.
Karena itu, perubahan otomatis ke WITA membuat waktu di ponsel warga mundur satu jam dari kondisi sebenarnya. Dampaknya langsung terasa karena banyak aktivitas masyarakat bergantung pada sinkronisasi waktu digital, mulai dari alarm, jadwal kerja, hingga aktivitas sekolah.
Ramainya perbincangan di media sosial membuat fenomena ini cepat menjadi perhatian publik.
Sejumlah warga bahkan sempat saling membandingkan perangkat untuk memastikan apakah perubahan waktu terjadi secara massal atau hanya pada tipe ponsel tertentu.
Hingga Jumat siang, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab perubahan zona waktu tersebut. Namun warga yang terdampak mulai memilih mengatur jam perangkat secara manual agar aktivitas mereka kembali normal dan tidak lagi terlambat akibat selisih waktu otomatis di ponsel.