Gus Yaqut Ditahan, Ratusan Banser Ricuh dan Bakar Seragam di Depan KPK

INBERITA.COM, Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan publik pada Kamis (12/3/2026) malam setelah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut resmi ditahan penyidik.

Penahanan tersebut memicu ketegangan di sekitar gedung KPK karena ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar aksi protes hingga melakukan aksi bakar baju sebagai bentuk kemarahan terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Momen penahanan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Gus Yaqut terlihat keluar dari Gedung KPK mengenakan rompi tahanan berwarna oranye yang menjadi penanda status tersangka yang resmi ditahan.

Ia didampingi sejumlah penyidik KPK saat berjalan menuju kendaraan tahanan yang telah disiapkan untuk membawanya ke rumah tahanan.

Gus Yaqut turun dari gedung dengan langkah terjaga sambil menggenggam sebuah map bermotif batik.

Di tengah sorotan kamera dan kerumunan wartawan, ia sempat menyampaikan pernyataan singkat sebagai bentuk pembelaan terhadap kasus yang menjeratnya.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya, dan saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” tegas Gus Yaqut.

Situasi di dalam gedung KPK relatif kondusif, namun kondisi berbeda terlihat di area luar gedung.

Sejak sore hari, ratusan anggota Banser telah berkumpul di sekitar lokasi. Mereka datang menggunakan tujuh unit bus, puluhan sepeda motor, serta sejumlah kendaraan lain termasuk mobil komando.

Kehadiran massa Banser tersebut disebut sebagai bentuk dukungan kepada Gus Yaqut yang sebelumnya juga dikenal pernah memimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor selama dua periode.

Dengan mengenakan seragam loreng khas Banser, massa menyatakan solidaritas kepada tokoh yang mereka anggap sebagai pemimpin dan penasihat organisasi.

Ketegangan mulai meningkat ketika sebagian massa mendekati barikade pengamanan yang dipasang aparat di sekitar Gedung KPK.

Beberapa anggota Banser terlihat mencoba menarik kawat berduri yang dipasang petugas sebagai pembatas area.

Di atas mobil komando, sejumlah orator secara bergantian menyampaikan pidato yang membakar semangat massa.

Suasana semakin memanas ketika seruan perlawanan terhadap penahanan Gus Yaqut terus disampaikan.

“Kalau sahabat Yaqut disakiti, maka mendidih darah kami! Kita mengawal saudara kita, penasihat kita. Kalau KPK tidak bisa adil, kita akan turun lebih besar lagi!” teriak salah satu anggota Banser dalam orasinya.

Puncak ketegangan terjadi setelah kabar penahanan Gus Yaqut dipastikan.

Massa yang berkumpul di depan Gedung KPK langsung bereaksi dengan teriakan keras yang menuding lembaga antirasuah bertindak tidak adil.

Teriakan “KPK zalim” bergema dari berbagai sudut kerumunan. Beberapa anggota massa bahkan menggoyangkan pagar besi di sekitar kompleks Gedung Merah Putih sebagai bentuk protes.

Di bagian lain kerumunan, seorang anggota Banser terlihat melepas seragam yang dikenakannya sebelum melakukan aksi simbolis dengan membakar sebuah kaos hitam bertuliskan “KPK”.

Api yang melalap kaos tersebut menjadi simbol mosi tidak percaya terhadap lembaga pemberantasan korupsi itu.

Aksi tersebut menarik perhatian banyak orang di lokasi karena terjadi di tengah pengamanan ketat aparat.

Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan tetap berjaga untuk memastikan kondisi tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Ketegangan kembali meningkat ketika mobil tahanan yang membawa Gus Yaqut mulai bergerak meninggalkan area depan gedung menuju rumah tahanan di bagian belakang kompleks.

Massa yang berada di sekitar lokasi terlihat berusaha mendekati kendaraan tersebut sambil terus meneriakkan dukungan kepada mantan Menteri Agama tersebut.

Sejumlah anggota Banser bahkan terlihat berjalan mengikuti arah kendaraan tahanan sambil melambaikan tangan dan meneriakkan yel-yel dukungan.

Aparat keamanan kemudian memperketat pengamanan guna memastikan proses pemindahan tahanan berlangsung aman.

Peristiwa penahanan Gus Yaqut sekaligus aksi protes ratusan Banser di depan Gedung KPK menjadi sorotan publik karena menggambarkan tingginya tensi situasi di lapangan.

Hingga malam hari, aparat keamanan masih berjaga di sekitar area untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan aksi massa.