Gunung Sinabung Erupsi Hebat Senin Pagi, Awan Panas Meluncur hingga 3Km, Ribuan Warga Karo Siaga Darurat

INBERITA.COM, Gunung Sinabung meletus dengan dahsyat, menyemburkan abu vulkanik setinggi 3.500 meter ke langit Sumatera Utara.

Pada Senin pagi pukul 10.17 WIB, gunung yang terletak di Kabupaten Karo itu tiba-tiba bergemuruh, memuntahkan kolom abu pekat yang tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm.

Erupsi berlangsung selama satu jam satu menit empat puluh delapan detik, menciptakan pemandangan yang menakutkan bagi warga sekitar.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, melaporkan peristiwa tersebut sebagai erupsi yang tercatat jelas dalam instrumen pemantau aktivitas vulkanik.

Status Gunung Sinabung tetap di Level II atau Waspada, meskipun letusannya begitu kuat. Badan Geologi mengeluarkan imbauan tegas kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung, sementara wisatawan dilarang mendekati radius tiga kilometer dari puncak.

Larangan lebih ketat diberlakukan di wilayah selatan dan timur, dengan radius 4,5 kilometer dari puncak. Imbauan ini dikeluarkan karena awan panas guguran teramati meluncur hingga sejauh tiga kilometer, membahayakan siapa pun yang berada di zona tersebut.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai berhulu Gunung Sinabung diminta waspada terhadap potensi banjir lahar dingin.

Badan Geologi menekankan pentingnya koordinasi aktif antara Pemerintah Kabupaten Karo dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dan PVMBG.

Pemantauan terus dilakukan untuk memahami perkembangan aktivitas vulkanik yang tidak terduga ini. Setiap perubahan signifikan akan segera diumumkan kepada publik melalui saluran resmi yang telah ditetapkan.

Badan Geologi memperingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi mengenai aktivitas gunung. Informasi resmi hanya boleh diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, PVMBG, dan Badan Geologi.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Petugas telah menetapkan zona berbahaya dan warga diminta untuk tidak memasuki wilayah tersebut demi keselamatan bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa tak terduganya alam, meskipun status gunung telah ditetapkan. Setiap erupsi membawa risiko yang harus dikelola dengan ketat oleh semua pihak terkait.