Gibran Berpotensi Jadi Capres Kuat di Pilpres 2029, Jokowi Tegaskan Prabowo-Gibran Dua Periode!

INBERITA.COM, Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali memberikan penegasan terkait masa depan politik Indonesia. Kali ini, Jokowi menegaskan bahwa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden untuk dua periode pada Pemilihan Presiden 2029-2034.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat menanggapi komentar Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, yang dalam Podcast Gaspol pada Kamis (22/1/2026) menyebutkan bahwa Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat dalam Pilpres mendatang.

Jokowi dengan tegas mengungkapkan, “Kan sudah saya sampaikan, Prabowo Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” ujar Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/1/2026).

Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Jokowi dalam mendukung kelanjutan pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo dan Gibran, meski beberapa pihak mempertanyakan dinamika politik yang ada.

Sebelumnya, Ahmad Ali dalam podcastnya mengatakan bahwa Gibran, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, berpotensi menjadi pesaing yang kuat dalam Pilpres 2029.

Ali bahkan menyebutkan bahwa Gibran memiliki modal politik yang cukup besar untuk maju sebagai calon presiden, terutama mengingat usia mudanya yang baru 42 tahun pada saat itu.

“Jika saya sih sederhana saja, emang ada calon presiden lebih baik daripada Gibran?” ujar Ahmad Ali, mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi Gibran sebagai sosok yang layak maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

Ali juga menekankan bahwa pengalaman politik Gibran sebagai Wakil Presiden Indonesia memberikan nilai lebih dibandingkan dengan calon-calon lainnya, termasuk tokoh muda seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Menurut Ali, pengalaman strategis Gibran sebagai Wakil Presiden selama lima tahun menjadi faktor pembeda yang signifikan.

“Gibran memiliki pengalaman eksekutif yang tidak dimiliki oleh banyak tokoh muda. Tidak seperti AHY atau Cak Imin yang belum memiliki pengalaman langsung memimpin daerah,” kata Ali.

Ia menilai bahwa Gibran memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima publik karena telah memiliki kredibilitas yang dibangun melalui jabatan publik yang lebih tinggi dibandingkan pesaing-pesaingnya.

Gibran, yang dikenal sebagai putra sulung Presiden Jokowi, memang dikenal cukup dekat dengan publik, terlebih lagi dengan keberhasilannya dalam mengelola Kota Solo sebagai Wali Kota.

Namun, meskipun banyak yang menilai Gibran memiliki potensi, banyak pula yang mempertanyakan apakah ia benar-benar siap untuk melaju lebih jauh di panggung politik nasional pada Pilpres 2029.

Sementara itu, Ahmad Ali menyoroti posisi Gibran yang relatif independen secara politik. Ali menyebutkan bahwa Gibran tidak terikat terlalu kuat pada struktur partai tertentu, yang menurutnya justru menjadi nilai tambah di mata pemilih, terutama generasi muda.

Gibran, yang lebih banyak dikenal dengan nama besar keluarganya, tidak tergantung pada mesin politik tradisional, yang sering dianggap sebagai beban bagi sebagian tokoh politik. Menurut Ali, hal inilah yang membedakan Gibran dengan tokoh-tokoh muda lainnya yang terikat dengan partai tertentu.

Namun, dukungan Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran yang disebutnya akan menjalani dua periode ke depan bisa menjadi faktor penentu dalam konstelasi politik Indonesia menjelang Pemilu 2029.

Sebagai mantan Presiden yang sudah dua periode memimpin negara, dukungan Jokowi tentu memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk arah politik Indonesia.

Terlebih, Jokowi sudah berulang kali menyatakan kesetiaannya pada Prabowo, meskipun di awal masa pemerintahan Jokowi dan Prabowo memiliki pandangan politik yang berbeda.

Pernyataan Jokowi mengenai Prabowo dan Gibran yang akan memimpin dua periode juga menjadi sinyal jelas bahwa partai-partai politik yang mendukung pemerintahan saat ini akan memperkuat posisi mereka di Pilpres 2029.

Meski tidak ada pernyataan resmi mengenai koalisi yang akan terbentuk, namun pola dukungan ini semakin memperjelas siapa yang akan menjadi pasangan calon yang akan bertarung pada Pilpres 2029.

Kontestasi Pilpres 2029 memang masih cukup jauh, namun dengan tokoh-tokoh muda seperti Gibran yang semakin menunjukkan potensinya, serta keberlanjutan pemerintahan dengan Prabowo yang mendapatkan dukungan penuh dari Jokowi, peta politik Indonesia akan semakin dinamis.

Tidak hanya itu, generasi muda Indonesia juga tampaknya akan memainkan peran penting dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negara di masa depan. (*)