INBERITA.COM, Menteri Koperasi Ferry Juliantoro menyatakan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tengah bersiap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana produksi genteng nasional.
Arahan tersebut merupakan bagian dari wacana besar yang dikenal sebagai program “gentengisasi” nasional, yakni upaya mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng di seluruh Indonesia melalui keterlibatan koperasi.
Ferry menjelaskan, Presiden Prabowo meminta agar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng secara bertahap beralih menggunakan genteng.
Dalam pelaksanaannya, koperasi desa dan kelurahan diarahkan tidak hanya sebagai pelaku distribusi, tetapi juga sebagai produsen genteng itu sendiri.
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan penguatan peran koperasi sebagai motor ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
“Bapak Presiden ingin supaya perubahan atap-atap yang dari seng itu bisa diganti jadi genteng dan koperasi-koperasi juga diminta untuk apa namanya memproduksi genteng-genteng,” kata Ferry saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut Ferry, produksi genteng menjadi tugas tambahan yang akan diemban koperasi Merah Putih.
Namun, ia menegaskan bahwa tugas tersebut justru membuka peluang baru bagi koperasi untuk mengembangkan unit usaha produktif berbasis kebutuhan masyarakat.
Pemerintah, kata dia, mendorong koperasi agar mampu memproduksi genteng dengan inovasi bahan tertentu sehingga menghasilkan produk yang lebih ringan dan berkualitas.
“Bisa menjadikan gentengnya menjadi lebih ringan dan lebih bagus,” ujar Ferry.
Kementerian Koperasi saat ini tengah menyiapkan langkah awal untuk mendukung rencana tersebut.
Persiapan yang dilakukan mencakup pemetaan koperasi yang siap terlibat langsung, termasuk dari sisi kapasitas produksi, sumber daya manusia, hingga kesiapan manajemen usaha.
Ferry menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kebijakan ini hanya bersifat wacana, melainkan benar-benar dapat dijalankan secara konkret di lapangan.
“Nanti kita persiapkan,” kata Ferry singkat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan secara terbuka keinginannya untuk mengganti penggunaan atap seng di seluruh Indonesia dengan genteng.
Ia menilai penggunaan seng masih sangat masif, terutama di kawasan perkotaan dan permukiman padat penduduk. Menurut Prabowo, selain tidak nyaman, atap seng juga kurang mendukung kualitas lingkungan yang baik.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” ujar Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menilai, penggunaan seng tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun lingkungan hunian yang nyaman, sehat, dan memiliki estetika yang lebih baik.
Oleh karena itu, ia menawarkan solusi berupa proyek gentengisasi berskala nasional yang melibatkan koperasi sebagai ujung tombak pelaksanaan di daerah.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menekankan bahwa proyek gentengisasi nasional tidak memerlukan anggaran yang besar.
Ia menyebut peralatan produksi genteng relatif terjangkau dan dapat dengan mudah dioperasikan oleh koperasi desa dan kelurahan.
Pemerintah berencana melengkapi Koperasi Merah Putih dengan fasilitas produksi agar mampu memproduksi genteng secara mandiri.
“Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal, jadi nanti koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” ujar Prabowo.
Dengan melibatkan koperasi dalam produksi genteng, pemerintah berharap program gentengisasi nasional tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia.