INBERITA.COM, Gelombang pertama jemaah haji dari berbagai negara mulai tiba di Arab Saudi, menandai dimulainya operasional musim haji tahun ini.
Kedatangan para jemaah tersebut difasilitasi melalui program unggulan Makkah Route Initiative, yang kembali menjadi sorotan karena dinilai mampu menyederhanakan proses perjalanan ibadah haji secara signifikan.
Penerbangan perdana yang membawa jemaah haji tercatat berasal dari Pakistan dan mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz pada Sabtu.
Penerbangan tersebut menjadi penanda awal kedatangan jemaah haji internasional ke Tanah Suci untuk musim haji 2026.
Pesawat yang berangkat dari Bandara Internasional Jinnah itu mengangkut sebanyak 160 jemaah haji.
Keberangkatan mereka dilepas secara resmi oleh sejumlah pejabat pemerintah, termasuk perwakilan otoritas wilayah Sindh, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Arab Saudi sendiri telah menetapkan kuota haji untuk Pakistan mencapai 179.210 jemaah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 118.000 orang mengikuti program haji melalui skema pemerintah, sementara sisanya diberangkatkan melalui operator perjalanan swasta.
Selain Pakistan, jemaah haji dari Bangladesh juga telah tiba pada hari yang sama melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.
Mereka berangkat dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal dan dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk perwakilan pemerintah serta diplomat Arab Saudi.
Kedatangan jemaah tidak hanya berasal dari kawasan Asia Selatan. Penerbangan perdana dari Malaysia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur, serta dari Turkiye melalui Bandara Ankara Esenboga, juga dilaporkan telah tiba di Madinah.
Hal ini menunjukkan cakupan luas partisipasi negara dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Program Makkah Route Initiative yang kini memasuki tahun kedelapan terus mengalami perkembangan signifikan.
Pada tahun ini, layanan tersebut diperluas hingga mencakup 17 titik keberangkatan di 10 negara. Ekspansi ini juga mencakup negara baru seperti Brunei Darussalam dan Senegal, yang untuk pertama kalinya bergabung dalam program tersebut.
Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Saudi Vision 2030, yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah.
Melalui program ini, berbagai prosedur penting seperti penerbitan visa, pemeriksaan paspor, hingga verifikasi kesehatan dilakukan langsung di bandara keberangkatan di negara asal jemaah.
Dengan sistem yang terintegrasi tersebut, jemaah haji tidak perlu lagi menjalani proses pemeriksaan yang panjang saat tiba di Arab Saudi. Setibanya di bandara tujuan, mereka dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus mengantre di area imigrasi.
Selain itu, pengelolaan bagasi juga telah diatur secara sistematis. Barang bawaan jemaah langsung dikirim ke lokasi akomodasi masing-masing, sehingga mereka dapat segera menuju bus yang telah disiapkan untuk perjalanan ke Makkah atau Madinah.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi memastikan bahwa seluruh pintu masuk, baik melalui jalur udara, darat, maupun laut, telah siap sepenuhnya untuk menyambut kedatangan jemaah haji.
Kesiapan tersebut didukung oleh penggunaan teknologi canggih serta penempatan petugas khusus yang bertugas memberikan layanan optimal.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, program Makkah Route Initiative telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.
Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu inovasi terbesar dalam sistem pelayanan ibadah haji modern.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, program ini diharapkan dapat terus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan jemaah haji, sekaligus memperkuat komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat Muslim dari seluruh dunia.