INBERITA.COM, Industri film Indonesia kembali mencetak sejarah baru lewat karya anak bangsa. Film animasi lokal berjudul Jumbo secara resmi dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser posisi film sebelumnya yang menduduki peringkat pertama dalam jumlah penonton.
Prestasi membanggakan ini diraih Jumbo hanya dalam waktu 63 hari penayangan di bioskop seluruh Indonesia, sebuah pencapaian luar biasa yang sekaligus menandai kemenangan besar bagi industri animasi Tanah Air.
Menurut data resmi yang dibagikan oleh akun X (dulu Twitter) @cinepoint, film Jumbo berhasil mengungguli capaian penonton KKN di Desa Penari—film yang sebelumnya memegang rekor film terlaris Indonesia sepanjang masa dengan 10.061.033 penonton.
Kabar ini juga dikonfirmasi langsung oleh rumah produksi Visinema Studios, pihak yang memproduksi film Jumbo.
Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal bagaimana sebuah karya orisinal dari Indonesia mampu menyentuh dan menginspirasi jutaan hati.
“Jumbo telah menjadi film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa,” tulis Visinema Studios dalam keterangan resminya.
Film ini menjadi bukti bahwa cerita animasi orisinal karya lokal bukan hanya bisa bersaing, tetapi juga memimpin box office nasional, mengungguli film-film live-action dari genre horor, drama, maupun aksi yang biasanya lebih mendominasi pasar.
Salah satu kekuatan utama film Jumbo terletak pada jalan cerita yang kuat dan menyentuh, menjadikannya bukan hanya tontonan untuk anak-anak, tetapi juga sajian emosional yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga.
Film ini mengisahkan tentang Don, seorang anak laki-laki yang bercita-cita menghidupkan kembali pertunjukan dari buku dongeng warisan orang tuanya yang telah meninggal.
Namun mimpinya tidak mudah dijalani. Don sering kali mendapat ejekan dari lingkungan sekitarnya yang tidak percaya akan kemampuannya.
Beruntung, Don tidak sendirian. Ia selalu ditemani oleh sang Oma serta dua sahabat setianya, Nurman dan Mae. Dalam petualangannya, mereka bertemu dengan Meri, seorang gadis misterius dari dunia lain yang sedang mencari keberadaan orang tuanya.
Film ini sarat dengan nilai persahabatan, keluarga, harapan, dan keberanian meraih mimpi, yang menjadi resonansi kuat bagi banyak penonton di seluruh usia.
Kesuksesan Jumbo juga tidak lepas dari performa para pengisi suara yang membawa karakter-karakter dalam film ini menjadi hidup. Film ini menampilkan deretan aktor dan aktris cilik berbakat seperti Prince Poetiray, Yusuf Ozkan, Graciella Abigail, Quinn Salman, dan Muhammad Adhiyat.
Tak hanya itu, sejumlah nama besar di industri hiburan Indonesia juga turut berkontribusi sebagai pengisi suara. Di antaranya adalah Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Angga Yunanda, Cinta Laura Kiehl, hingga Kiki Narendra.
Kombinasi antara cerita yang kuat, kualitas animasi yang mumpuni, serta penampilan suara dari para tokoh ternama menjadikan Jumbo sebuah produk film animasi yang layak ditonton dan dibanggakan sebagai karya nasional.
Setelah Indonesia, Jumbo Tayang di Taiwan
Tak berhenti di pencapaian nasional, film Jumbo kini juga melangkah ke pasar internasional. Taiwan menjadi negara pertama yang menayangkan film animasi ini secara resmi.
Film Jumbo mulai tayang di bioskop-bioskop Taiwan sejak 3 Oktober 2025, bertepatan dengan liburan pertengahan musim gugur di negara tersebut.
Informasi ini diumumkan melalui akun resmi Instagram film @jumbofilm_id, yang juga merilis poster dan trailer dalam versi bahasa Mandarin sebagai bagian dari strategi promosi internasional.
Tim produksi menyatakan rasa bangga dan haru atas respons luar biasa yang telah diterima Jumbo di Indonesia dan berharap film ini bisa membawa pesan universal tentang cinta, persahabatan, dan impian masa kecil ke lebih banyak penonton di berbagai belahan dunia.
“Cerita tentang persahabatan, keluarga, dan mimpi masa kecil yang telah menggerakkan hati di Indonesia, kini bisa dinikmati juga oleh penonton di negara lain,” tulis tim Jumbo melalui unggahan resminya.
Keberhasilan Jumbo tidak hanya mencetak rekor jumlah penonton, tetapi juga menjadi simbol bahwa film animasi Indonesia telah siap bersaing di tingkat global.
Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi kemajuan industri animasi lokal yang selama ini masih dianggap berada di bawah bayang-bayang produksi luar negeri.
Lebih dari sekadar hiburan, film ini telah membuka peluang bagi banyak animator, penulis skenario, dan seniman lokal untuk berani melangkah lebih jauh dalam menghadirkan karya-karya yang bisa diterima secara global.
Kisah sukses Jumbo menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, kreativitas anak bangsa bisa menembus batas dan mengukir sejarah—bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. (xpr)