INBERITA.COM, Suasana tenang kawasan wisata alam Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam setelah satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda perkemahan mereka.
Peristiwa tragis yang terjadi di tengah momentum libur Idul Adha itu kini masih diselidiki aparat kepolisian, dengan dugaan awal mengarah pada keracunan makanan.
Keempat korban diketahui berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka adalah MHM (52), istrinya M (43), serta dua anak mereka berinisial AEH (17) dan BAH (21).
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026) sore.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan keluarga tersebut datang ke lokasi wisata pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB untuk berkemah.
Tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat mereka tiba dan mendirikan tenda di area camping yang saat itu cukup ramai pengunjung.
Namun keesokan harinya, petugas pengelola mulai merasa ada yang tidak biasa. Hingga menjelang siang, tidak terlihat aktivitas dari dalam tenda korban.
“Pada Rabu sekitar pukul 11.45 WIB, petugas sempat mengingatkan untuk checkout karena area akan dibersihkan. Tetapi tidak ada respons sama sekali dari dalam tenda,” ujar Iptu Komang kepada awak media, Kamis (28/5).
Karena tak kunjung mendapat jawaban, petugas akhirnya mendatangi langsung lokasi tenda pada sore hari. Saat tenda dibuka sekitar pukul 15.00 WIB, petugas mendapati seluruh anggota keluarga sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh mulai kaku.
Penemuan itu sontak membuat geger pengunjung lain di kawasan wisata lereng Gunung Sindoro tersebut. Polisi bersama tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar area camping.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah turut diterjunkan untuk membantu proses identifikasi dan pemeriksaan awal terhadap para korban. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RSUD Temanggung guna menjalani autopsi.
Meski hasil resmi penyebab kematian belum diumumkan, polisi mengungkap adanya indikasi kuat keracunan makanan. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan sejumlah sisa makanan di dalam tenda, termasuk bahan dan perlengkapan barbeque yang diduga dikonsumsi korban sebelum meninggal.
“Untuk penyebab pasti kami masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik. Tetapi ada indikasi yang sedang kami dalami terkait makanan yang dikonsumsi korban,” kata Komang.
Beberapa sampel makanan kini telah diamankan untuk diuji di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Polisi juga menyita perlengkapan memasak portable, sisa arang, hingga bahan makanan mentah yang ditemukan di lokasi.
Kasus ini menjadi perhatian karena seluruh anggota keluarga meninggal dalam waktu bersamaan tanpa tanda-tanda kekerasan fisik di lokasi kejadian. Aparat kini berupaya merekonstruksi aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas.
Sedikitnya empat saksi telah diperiksa oleh penyidik. Mereka terdiri dari petugas pengelola camping ground dan sejumlah pengunjung yang sempat berada di sekitar lokasi tenda keluarga tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah ada keluhan kesehatan, aktivitas mencurigakan, atau interaksi tertentu sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan aktivitas camping mandiri, terutama terkait pengolahan makanan di area terbuka.
Penggunaan alat masak portable di dalam tenda maupun konsumsi bahan makanan yang tidak tersimpan dengan baik dapat meningkatkan risiko keracunan hingga gangguan pernapasan akibat gas.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil lengkap autopsi serta uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian. Setelah seluruh proses identifikasi selesai, jenazah korban akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Tragedi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar korban maupun warga sekitar. Niat menghabiskan waktu bersama keluarga di alam terbuka justru berakhir dengan kehilangan yang memilukan.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas camping, terutama dalam penggunaan alat memasak, penyimpanan makanan, dan sirkulasi udara di dalam tenda. Keselamatan selama berwisata, menurut aparat, harus tetap menjadi prioritas utama.