INBERITA.COM, Persija Jakarta harus mengawali perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Tim ibu kota menyerah 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga pembuka Grup B yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7/2026) malam WIB.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi catatan kurang menyenangkan bagi Shin Tae-yong yang menjalani pertandingan resmi pertamanya sebagai pelatih Macan Kemayoran.
Pertandingan sebenarnya berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama memperlihatkan intensitas permainan tinggi dan berupaya mengambil kendali lewat pressing agresif maupun transisi cepat.
Namun, satu momen kesalahan di babak kedua menjadi pembeda yang membuat Persebaya mengamankan kemenangan tipis.
Bagi Persija, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. Selain masih mencari keseimbangan permainan di bawah arahan pelatih baru, koordinasi antarlini juga belum terlihat sepenuhnya solid.
Di sisi lain, Persebaya menunjukkan organisasi permainan yang cukup rapi sehingga mampu memanfaatkan kesalahan lawan menjadi gol penentu.
Persija sempat memberikan ancaman lebih dahulu pada babak pertama. Peluang terbaik lahir melalui Victor Dethan pada menit ke-11. Sepakan mendatarnya mengarah ke gawang, tetapi masih mampu diamankan oleh Ernando Ari yang tampil sigap mengawal lini belakang Bajul Ijo.
Tuan rumah tidak tinggal diam. Persebaya merespons dengan meningkatkan tekanan di area pertahanan Persija. Skema pressing tinggi beberapa kali membuat pemain belakang tim tamu kesulitan membangun serangan dari bawah.
Kesempatan emas Persebaya datang pada menit ke-25. Ricky Pratama melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang sempat mengarah ke gawang. Beruntung bagi Persija, Rio Fahmi berada di posisi tepat untuk menghalau bola di dekat garis gawang sehingga kedudukan tetap imbang.
Memasuki pertengahan babak pertama, Persebaya semakin percaya diri menguasai permainan. Miguel Pereira ikut menciptakan peluang berbahaya dari sisi kiri pada menit ke-35. Namun, Aqil Savik masih mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Meski silih berganti menciptakan peluang, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah bagi kedua tim. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor 0-0 tetap bertahan.
Selepas turun minum, kedua pelatih langsung melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan kualitas permainan. Pergantian pemain dilakukan demi memberi energi baru sekaligus menyesuaikan strategi menghadapi situasi pertandingan yang berjalan cukup seimbang.
Persebaya kembali memperoleh peluang melalui Yuran Fernandes pada menit ke-52. Bek asal Tanjung Verde itu mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, tetapi Aqil Savik kembali menunjukkan refleks yang baik dengan menggagalkan peluang tersebut.
Persija juga sempat memperlihatkan perkembangan positif dalam membangun serangan. Kombinasi permainan cepat yang diawali Kyohei Yoshino berhasil membuka ruang bagi Arlyansyah Abdulmanan di sektor sayap kanan. Meski demikian, peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-63. Gol yang ditunggu-tunggu justru lahir bukan dari skema serangan yang matang, melainkan akibat kesalahan sendiri di lini belakang Persija.
Berawal dari sapuan pemain Persebaya ke area pertahanan lawan, bek Persija Radovan Pankov memilih mengirim backpass kepada penjaga gawang Aqil Savik. Bola yang sebenarnya tidak berada dalam tekanan justru gagal dikontrol dengan sempurna oleh sang kiper.
Bola kemudian meluncur masuk ke dalam gawang tanpa mampu dicegah. Situasi tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 sekaligus memecah kebuntuan dalam pertandingan yang sebelumnya berlangsung cukup berimbang.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Persija. Shin Tae-yong langsung bereaksi dengan meningkatkan intensitas serangan serta memasukkan beberapa pemain baru demi mengejar ketertinggalan.
Perubahan itu sempat menghasilkan peluang menjanjikan. Denis Kolinger bahkan berhasil menjebol gawang Persebaya setelah ikut membantu serangan. Namun, gol tersebut dianulir karena bek asal Kroasia itu lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Sisa waktu pertandingan dimanfaatkan Persija untuk terus menekan pertahanan Persebaya. Akan tetapi, disiplin lini belakang tuan rumah membuat setiap upaya tim tamu gagal membuahkan hasil.
Di sisi lain, Persebaya tampil cukup tenang dalam mengelola keunggulan. Organisasi pertahanan yang solid dipadukan dengan keberanian melakukan pressing pada momen yang tepat membuat tim asuhan Bernardo Tavares mampu mempertahankan skor hingga peluit panjang dibunyikan.
Selain kemenangan, penampilan Ernando Ari juga layak mendapat sorotan. Penjaga gawang Persebaya itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang membuat Persija kesulitan menemukan momentum untuk menyamakan kedudukan.
Bagi Shin Tae-yong, kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan. Meski demikian, turnamen pramusim seperti Piala Presiden sering kali menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan tim sekaligus menemukan komposisi terbaik sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi Persija, terutama komunikasi di lini belakang, pengambilan keputusan saat membangun serangan dari area pertahanan sendiri, hingga efektivitas dalam memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.
Blunder yang berujung gol menjadi pelajaran mahal bahwa kesalahan kecil dapat menentukan hasil pertandingan.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal positif bagi Persebaya dalam persaingan Grup B. Raihan tiga poin memberikan kepercayaan diri sekaligus memperkuat optimisme tim untuk melangkah lebih jauh di Piala Presiden 2026.
Laga yang berlangsung sengit tersebut akhirnya ditutup dengan kemenangan tipis Persebaya 1-0 atas Persija.
Satu gol yang lahir akibat kesalahan koordinasi di lini belakang menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus memberi akhir pahit bagi debut resmi Shin Tae-yong bersama Macan Kemayoran.