INBERITA.COM, Pada Senin, 12 Januari 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mengalami gangguan operasional signifikan akibat cuaca buruk.
Hujan deras disertai petir yang melanda wilayah sekitar bandara menyebabkan lebih dari 30 penerbangan terpaksa divert atau dialihkan ke bandara lain. Kejadian ini juga mempengaruhi jadwal sejumlah penerbangan yang mengalami delay dan go around (berputar).
Cuaca ekstrem ini tercatat oleh Airport Operation Control Center (AOCC) Soekarno-Hatta pada pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan intensitas hujan yang sangat tinggi.
Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 109 penerbangan mengalami penundaan. Selain itu, 7 penerbangan sempat berputar di udara (go around) sebelum akhirnya berhasil mendarat, sementara 31 penerbangan dialihkan ke bandara lain akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk mendarat di Soekarno-Hatta.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur delay management untuk meminimalisir dampak dari penundaan penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa operasional bandara berjalan dengan lancar meskipun cuaca buruk,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima oleh media.
Selain itu, pihak Angkasa Pura Indonesia juga menyebutkan telah mengoptimalkan pengelolaan situasi cuaca ekstrem ini dengan langkah-langkah cepat dan tepat agar operasional penerbangan dapat kembali normal segera setelah kondisi cuaca membaik.
Kondisi ini juga membuat warganet di Threads ramai membicarakan situasi penerbangan yang terhambat di Bandara Soekarno-Hatta. Felixpramono melalui akun Threadsnya mengunggah gambaran penerbangan yang berputar di laut Jawa.
“Pagi ini 12 Jan 2026, hujan petir di Jakarta sangat ekstrim. Akibatnya, Bandara Soekarno-Hatta lumpuh, total 30 pesawat tidak bisa landing dan go around berulang di sekitar laut Jawa!” tulisnya.
Unggahan tersebut turut dilengkapi dengan foto-foto langit yang gelap dan hujan deras, serta gambar dari FlightRadar24 yang menunjukkan pesawat-pesawat berputar di udara.
Meskipun demikian, beberapa penumpang yang mengalami go around mengonfirmasi bahwa mereka akhirnya berhasil mendarat dengan selamat.
Salah satunya adalah akun aotvya yang menulis, “Alhamdulillah baru landing dengan selamat setelah go around 25 menit.”
Setelah beberapa jam kondisi cuaca ekstrem, AirNav Indonesia mengonfirmasi bahwa operasional penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah kembali normal.
Setio Anggoro, Direktur Operasi AirNav Indonesia, menjelaskan bahwa visibility (jarak pandang) sudah membaik dan memenuhi standar minimal untuk pendaratan.
“Saat ini, visibility sudah membaik di atas minimum, dan operasional penerbangan sudah kembali normal,” ujarnya.
Setio juga menjelaskan bahwa cuaca buruk terjadi sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB. Selama periode ini, visibilitas di beberapa runway, terutama sisi utara runway RWY 06/24 dan RWY 07L/25R, berada di bawah batas minimum untuk approach.
“Indonesia Network Management Center (INMC) sudah melakukan ground delay program untuk mengatur permintaan penerbangan sejak pagi hari,” tambah Setio.
Selain gangguan pada penerbangan yang datang, cuaca ekstrem juga dirasakan oleh penumpang yang akan terbang. Banyak dari mereka yang harus menunggu di ruang tunggu akibat penundaan keberangkatan.
Di sisi lain, banyak juga warganet yang memberikan dukungan kepada pilot dan petugas menara pengawas (ATC) yang bekerja keras di tengah cuaca ekstrem tersebut.
Seorang penumpang yang sempat terjebak dalam situasi go around mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kru yang berhasil mengatasi situasi tersebut dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh kru penerbangan yang telah bekerja keras dan menjaga keselamatan kami di tengah cuaca buruk,” tulis seorang pengguna media sosial lainnya.
Seiring dengan cuaca yang membaik, operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta kembali normal. Meskipun cuaca buruk telah menyebabkan gangguan besar pada operasional bandara pada pagi hari, semua penerbangan akhirnya dapat dilanjutkan dengan aman.