Bukit Pergasingan Ditutup Sementara Usai Video WNA Menangis Viral, Pengelola Benahi Masalah Sampah

INBERITA.COM, Bukit Pergasingan di kawasan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk sementara waktu tidak menerima aktivitas wisata pendakian.

Penutupan ini dilakukan setelah munculnya video seorang wisatawan mancanegara yang menunjukkan kekecewaan saat melihat persoalan sampah di kawasan tersebut dan lingkungan sekitar Sembalun.

Keputusan penghentian sementara kegiatan wisata bukan semata-mata sebagai respons terhadap viralnya video tersebut.

Pengelola menyebut langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, terutama di salah satu destinasi yang selama ini menjadi ikon wisata alam Lombok Timur.

Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, mengatakan pihaknya ingin menggunakan masa penutupan tersebut untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik agar persoalan sampah tidak kembali mencoreng citra destinasi.

“Kita tutup sementara, kemudian kita bangun lagi sistem yang lebih bagus. Kita bangun penanganan sampahnya yang lebih kompeten, sehingga ke depan tidak ada lagi isu-isu terkait dengan kotornya sebuah destinasi,” ujar Royal.

Menurut dia, reaksi wisatawan asing yang viral di media sosial tidak hanya berkaitan dengan kondisi di jalur pendakian Bukit Pergasingan. Kekecewaan tersebut muncul setelah wisatawan itu melihat persoalan sampah di sejumlah lokasi lain di kawasan Sembalun.

Wisatawan tersebut diketahui tidak hanya berada di area bukit, tetapi juga berkeliling melihat kondisi lingkungan sekitar. Pemandangan sampah di sungai, area persawahan, hingga kawasan pesisir menjadi bagian dari kondisi yang membuatnya merasa prihatin.

“Pada saat itu kebetulan dia juga mendaki Bukit Pergasingan dan dia keliling kampung. Dia melihat sampah di sungai, sampah di sawah, sampah pesisirnya banyak, itu yang bikin dia sedih,” kata Royal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sembalun selama ini dikenal sebagai salah satu pintu utama menuju kawasan wisata Gunung Rinjani.

Wilayah ini tidak hanya menarik pendaki lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai negara yang datang menikmati lanskap pegunungan, pertanian, serta panorama alam.

Bagi pengelola, viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa daya tarik wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam. Kebersihan, tata kelola lingkungan, serta kesadaran masyarakat dan wisatawan juga menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi sebuah destinasi.

Royal mengaku merasa prihatin karena Bukit Pergasingan termasuk kawasan yang telah mendapatkan pengakuan terkait standar pengelolaan. Destinasi tersebut bahkan memperoleh predikat gold dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) berdasarkan sejumlah indikator penilaian.

“Karena ada standarisasi yang dinilai dari berbagai indikator. Makanya kami malu, karena kebetulan saja tamu ini naiknya ke Pergasingan, sehingga Pergasingan disebut,” ujarnya.

Meski demikian, pengelola menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu lokasi wisata. Masalah tersebut merupakan tantangan bersama yang masih terjadi di berbagai titik kawasan Sembalun.

Sampah yang muncul di kawasan wisata biasanya berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari perilaku pengunjung, keterbatasan fasilitas pengelolaan, hingga sistem pengangkutan dan pemilahan sampah yang belum maksimal.

“Kalau berbicara soal sampah, memang sampai hari ini permasalahan kita masih banyak. Yang masuk di pusuk, di mana-mana, sampah,” ujar Royal.

Penutupan sementara Bukit Pergasingan diharapkan menjadi kesempatan untuk melakukan pembenahan dari berbagai sisi.

Pengelola berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah, meningkatkan kesadaran pengunjung, serta memperbaiki mekanisme kebersihan agar aktivitas wisata dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi berbagai destinasi wisata alam di Indonesia bahwa meningkatnya jumlah kunjungan harus diiringi kesiapan pengelolaan lingkungan.

Keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata bisa kehilangan nilai apabila tidak dibarengi dengan upaya menjaga kebersihan kawasan.

Bagi Lombok Timur, Bukit Pergasingan bukan sekadar tempat pendakian. Kawasan ini menjadi bagian dari identitas wisata Sembulun yang menawarkan pemandangan perbukitan, hamparan pertanian, serta panorama Gunung Rinjani.

Karena itu, perbaikan tata kelola lingkungan menjadi langkah penting agar kawasan tersebut tetap menarik bagi wisatawan dalam jangka panjang.

Viralnya kritik dari wisatawan asing akhirnya menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana destinasi wisata dikelola. Harapannya, setelah proses evaluasi selesai, Bukit Pergasingan dapat kembali dibuka dengan sistem yang lebih tertata dan lingkungan yang lebih terjaga.k