INBERITA.COM, Masa depan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya resmi terungkap. Kiper berusia 27 tahun ini dipastikan tidak akan melanjutkan karier di Indonesia bersama Persib Bandung, melainkan memilih kembali ke Belanda dengan bergabung ke Ajax Amsterdam.
Kabar kepindahan ini dikonfirmasi oleh jurnalis spesialis transfer terkenal, Fabrizio Romano.
Menurut laporan Romano, Ajax telah menyetujui kesepakatan untuk merekrut Paes dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, dengan status transfer permanen.
“Ajax menyetujui kesepakatan untuk merekrut Maarten Paes dari FC Dallas di MLS, transfer permanen,” tulis Romano di akun media sosialnya.
Romano menambahkan bahwa kontrak Paes di Ajax akan berlaku hingga Juni 2029, dan proses pemeriksaan medis akan segera dilakukan. Kesepakatan transfer ini ditangani oleh agen SEG, Boy Kuijpers.
“Kontraknya hingga Juni 2029, pemeriksaan medis akan dilakukan selanjutnya karena kesepakatan telah disetujui dan ditangani oleh agen SEG, Boy Kuijpers,” lanjut Romano.
Kepastian ini sekaligus menutup rumor yang sebelumnya mengaitkan Maarten Paes dengan Persib Bandung.
Sejak beberapa waktu lalu, spekulasi mengenai kemungkinan Paes bermain di Liga Indonesia sempat ramai diperbincangkan, bahkan ada kabar bahwa ia akan menyusul rekan-rekannya, Thom Haye dan Eliano Reijnders, yang juga bermain di Super League.
Namun, Paes menegaskan bahwa rumor tersebut tidak benar dan membantah semua pemberitaan yang menyebut dirinya bakal ke Persib.
Dengan kepastian bergabung ke Ajax, Maarten Paes akan kembali ke tanah kelahirannya setelah meninggalkan Belanda pada 2022.
Saat itu, ia memutuskan merantau ke Amerika Serikat untuk memperkuat FC Dallas, klub yang bermain di MLS.
Selama berseragam FC Dallas, Paes menunjukkan performa yang solid. Mantan kiper NEC Nijmegen dan Utrecht ini tampil sebanyak 128 kali, mencatatkan 25 clean sheet, dan kebobolan 179 gol.
Performa gemilangnya juga mendapat pengakuan di MLS, di mana ia pernah masuk dalam daftar MLS All-Star 2024 dan meraih penghargaan MLS Save of the Year 2024.
Selain prestasinya di level klub, Maarten Paes juga memiliki karier internasional yang patut diperhitungkan.
Kiper yang dinaturalisasi sebagai pemain Timnas Indonesia pada 2024 ini telah mencatatkan 10 caps bersama Tim Garuda.
Keputusan bergabung dengan Ajax diprediksi akan memberikan pengalaman kompetitif lebih tinggi, mengingat Ajax merupakan salah satu klub top di Eredivisie dan memiliki reputasi besar di kancah Eropa.
Bergabungnya Maarten Paes ke Ajax juga menarik perhatian publik Indonesia, khususnya penggemar sepak bola nasional.
Keputusan ini menegaskan bahwa meski Paes memiliki ketertarikan dan pengakuan di level internasional, langkahnya tetap fokus pada pengembangan karier di Eropa, bukan kembali bermain di Indonesia.
Langkah ini juga membuka peluang bagi Ajax untuk memperkuat posisi kiper mereka dengan pemain yang memiliki pengalaman internasional dan rekam jejak stabil di MLS.
Dengan kontrak jangka panjang hingga 2029, Paes berpeluang menjadi bagian penting dari skema tim utama Ajax dalam beberapa musim ke depan.
Keputusan ini menandai perjalanan karier yang menarik bagi Paes. Setelah meninggalkan Belanda pada usia 23 tahun untuk berpetualang di Amerika Serikat, kini ia kembali ke negeri asal dengan pengalaman lebih matang dan reputasi yang meningkat.
Perpindahannya dari FC Dallas ke Ajax diharapkan bisa membawa dampak positif bagi performa Ajax, sekaligus memperkuat peran Paes sebagai pemain kunci di klub dan memperluas pengaruhnya di level internasional.
Bagi Persib Bandung, kepastian ini berarti mereka harus mencari opsi lain untuk posisi kiper asing yang sempat dikaitkan dengan nama Paes.
Rumor sebelumnya yang menyebut Paes bakal mengisi slot pemain asing di klub Liga Indonesia itu kini dipastikan tidak akan terwujud.
Dengan semua fakta ini, transfer Maarten Paes ke Ajax menjadi salah satu cerita menarik di bursa transfer musim ini.
Kepindahan kiper Timnas Indonesia ini tidak hanya menarik perhatian penggemar sepak bola Belanda dan Amerika Serikat, tetapi juga publik Indonesia yang menunggu kiprah pemain naturalisasi mereka di panggung Eropa.