INBERITA.COM, Berita yang menyebutkan bahwa Burj Khalifa di Dubai menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) milik Iran pada 3 Maret 2026 telah beredar luas di media sosial.
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, informasi tersebut dipastikan sebagai hoax, karena tidak ada sumber terverifikasi yang mendukung klaim tersebut.
Bahkan, video yang menunjukkan kebakaran hebat di bagian tengah gedung dan paniknya penghuni yang berlarian keluar diduga merupakan rekayasa buatan AI (Artificial Intelligence) dan bukan rekaman asli dari kejadian.
Video berdurasi enam detik yang tersebar luas menunjukkan Burj Khalifa terbakar, dengan teriakan histeris orang yang merekam kejadian tersebut.
Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih mendalam, diketahui bahwa video tersebut tidak disertai dengan narasi atau keterangan resmi dari pihak berwenang Dubai atau pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Video yang beredar diduga kuat merupakan hasil olahan AI yang menyulap gambar-gambar dari berbagai sumber untuk menciptakan ilusi serangan yang tampaknya nyata, namun tidak memiliki dasar yang sahih.
Dalam beberapa pekan terakhir, teknologi AI yang semakin berkembang telah mempermudah pembuatan video manipulasi yang sangat realistis.
Salah satu dari video ini menggambarkan kebakaran hebat di Burj Khalifa, yang meskipun terlihat sangat dramatis, tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Dengan maraknya berita hoax semacam ini, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Beberapa akun media sosial dan situs web bahkan sempat mengaitkan serangan tersebut dengan serangan balasan dari Iran, setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Klaim tersebut mengarah pada teori bahwa serangan drone adalah bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran, namun sekali lagi, tidak ada bukti yang mendukung bahwa serangan terhadap Dubai terjadi.
Dalam situasi global yang penuh ketegangan seperti ini, informasi yang tidak diverifikasi dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kepanikan yang tidak perlu.
Video yang tidak terverifikasi dan klaim berita palsu bisa menciptakan kegelisahan di masyarakat dan bahkan menambah ketidakstabilan.
Oleh karena itu, pihak berwenang di Dubai dan Uni Emirat Arab telah mengimbau publik untuk tidak mudah mempercayai berita tanpa sumber yang jelas, terlebih yang menyebar di platform media sosial yang sering kali menjadi saluran utama hoax dan disinformasi.
Sangat penting untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar di internet, terutama yang tidak memiliki sumber yang terverifikasi.
Serangan drone yang dikabarkan terjadi di Burj Khalifa merupakan berita hoax yang sengaja disebarkan dengan tujuan memperkeruh situasi. Sebagai konsumen informasi, kita perlu memastikan untuk mencari fakta dan mengonfirmasi kebenaran berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya ke orang lain.
Burj Khalifa tetap aman dan tidak ada laporan resmi yang menyebutkan serangan seperti yang dijelaskan dalam video yang beredar.