INBERITA.COM, Adam Suseno menjadi sorotan publik setelah mengungkap kebiasaannya menghabiskan hingga Rp 5 juta hanya untuk menonton drama China atau yang populer disebut dracin.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh suami pedangdut ternama Inul Daratista itu saat tampil di program televisi Pagi Pagi Ambyar.
Dalam kesempatan tersebut, Adam Suseno blak-blakan mengungkap alasan di balik transaksi berulang yang dilakukannya demi menuntaskan tontonan drama China yang membuatnya penasaran.
“Ya kan penasaran, belum selesai, udah putus, ‘waduh,'” kata Adam.
Rasa penasaran itulah yang membuat Adam tak ragu melakukan pembayaran berkali-kali agar bisa melanjutkan episode berikutnya.
Alih-alih berlangganan satu aplikasi dalam jangka panjang, Adam justru memilih sistem pembayaran per konten yang akhirnya membuat total pengeluarannya membengkak.
Pengakuan Adam sontak membuat Inul Daratista tertawa. Namun di balik tawa itu, Inul sebenarnya menyayangkan pilihan sang suami yang dinilainya kurang efisien secara finansial.
“Walaupun mahal, menurut aku lebih efisien sisan (sekalian) setahun,” ujar Inul.
Ia menjelaskan, berlangganan aplikasi streaming selama setahun dinilai lebih hemat dibandingkan harus melakukan pembayaran kecil yang dilakukan terus-menerus setiap kali satu film atau episode selesai.
“Jadi enggak rentet (berderet) tiap bulan. Dia itu sak film habis, bayar meneh, sak film habis, bayar meneh,” imbuh Inul.
(Dia itu satu film habis, bayar lagi).
Kebiasaan Adam Suseno menonton dracin ini terungkap setelah Inul memeriksa mutasi rekening bersama mereka.
Awalnya, Inul mengira pengeluaran besar tersebut berkaitan dengan kebutuhan lain. Pasalnya, sang putra diketahui kerap menggunakan uang untuk membeli game.
Namun, ada transaksi berulang dengan nominal yang berbeda-beda dan menarik perhatiannya.
“Ini ada yang Rp 900.000, ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 400.000, ada yang Rp 350.000, sampai aku total ada Rp 5 jutaan,” kata Inul.
Dari situlah Inul mengetahui bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan kebiasaan Adam menonton drama China secara berulang melalui sistem pembayaran per episode atau per film.
Fenomena micro drama China sendiri memang tengah menjadi tren di berbagai platform digital, termasuk TikTok.
Pengguna media sosial kerap menemukan potongan drama China berdurasi sangat pendek yang diputar otomatis. Format ini dikenal sebagai micro drama, yakni tayangan dengan durasi hanya beberapa menit per episode.
Meski singkat, micro drama dirancang dengan alur penuh cliffhanger yang memicu rasa penasaran penonton. Setiap akhir episode biasanya menggantung, sehingga mendorong penonton untuk segera membuka atau membeli akses lanjutan demi mengetahui kelanjutan ceritanya.
Sensasi inilah yang sering disebut mampu memicu dorongan adiktif karena memberikan efek dopamin bagi penikmatnya.
Tak jarang, drama-drama tersebut dikemas dengan cerita melodramatis dan judul yang terkesan berlebihan.
Namun justru di situlah letak daya tariknya. Penonton dibuat terus terpancing untuk mengikuti konflik demi konflik dalam alur yang padat dan emosional.
Secara industri, perkembangan micro drama China juga terbilang masif. Berdasarkan data Asosiasi Layanan Program Audiovisual Jaringan China, pada tahun 2024 negara tersebut telah memproduksi lebih dari 30.000 drama mikro pendek.
Total pendapatan yang dihasilkan mencapai 50,4 miliar RMB atau sekitar Rp 117 miliar. Angka ini bahkan melampaui total pendapatan box office China yang berada di angka 42,5 miliar RMB atau sekitar Rp 99 miliar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa micro drama bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi industri hiburan digital dengan perputaran uang yang sangat besar.
Kasus Adam Suseno yang rela merogoh kocek hingga Rp 5 juta demi menuntaskan rasa penasarannya menjadi gambaran nyata bagaimana kuatnya daya tarik konten micro drama China di kalangan penonton, termasuk figur publik di Indonesia.
Cerita ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemudahan akses hiburan digital, terutama dengan sistem pembayaran mikro, dapat membuat pengeluaran terasa kecil di awal, namun berakumulasi besar jika tidak disadari.