75% Pemegang Saham Tesla Setuju, Elon Musk Resmi Kantongi Paket Kompensasi Gaji Tergila Sepanjang Sejarah!

INBERITA.COM, Rapat tahunan Tesla Inc. di Austin, Texas, berlangsung meriah dan penuh antusiasme ketika hasil voting pemegang saham diumumkan.

Dalam rapat yang digelar pada September 2025 itu, sebanyak 75 persen pemegang saham yang hadir menyetujui proposal paket kompensasi untuk CEO Elon Musk yang sebelumnya diajukan dewan direksi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pemegang saham yang telah memberikan suaranya. Saya benar-benar menghargainya,” ujar Elon Musk di atas panggung sesaat setelah hasil voting dibacakan, seperti dikutip CNBC.

Musk tampak emosional saat menerima hasil tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang tetap mempercayainya memimpin Tesla di tengah berbagai dinamika yang dihadapi perusahaan.

Sebelumnya, dua lembaga konsultan independen besar, Glass Lewis dan Institutional Shareholder Services (ISS), merekomendasikan agar pemegang saham menolak proposal tersebut dengan alasan struktur kompensasi yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan risiko bisnis Tesla.

Namun, mayoritas pemegang saham justru memberikan dukungan penuh, menandakan keyakinan kuat terhadap visi jangka panjang Musk.

Persetujuan resmi ini diumumkan langsung dalam rapat umum tahunan yang disiarkan ke publik, memperlihatkan transparansi proses pengambilan keputusan di tubuh Tesla.

Selain membahas kompensasi CEO, agenda rapat juga meliputi sejumlah usulan strategis lain, termasuk rencana investasi Tesla di xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk yang didirikan pada Maret 2023.

Menurut Brandon Ehrhart, penasihat hukum Tesla, sebagian besar pemegang saham juga menyetujui berbagai proposal pengembangan bisnis dan diversifikasi teknologi yang diajukan oleh manajemen.

Paket Gaji Berbasis Kinerja, Tanpa Gaji Pokok

Paket gaji Elon Musk yang disetujui bukanlah gaji dalam arti konvensional. Berdasarkan dokumen resmi, kompensasi tersebut tidak mencakup gaji pokok maupun bonus tunai tahunan, melainkan berbentuk pemberian saham bertahap yang hanya akan diterima Musk jika Tesla berhasil mencapai sejumlah target ambisius dalam periode 10 tahun ke depan.

Struktur paket ini terdiri dari 12 tahapan (tranche) pemberian saham. Setiap tahapan akan aktif apabila Tesla mencapai target tertentu, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun kinerja operasional.

Tahap awal mensyaratkan peningkatan valuasi pasar Tesla dari posisi saat ini sebesar US$ 1,54 triliun (Rp 25,7 kuadriliun) hingga mencapai US$ 2 triliun (Rp 33,3 kuadriliun).

Target tertinggi ditetapkan mencapai US$ 8,5 triliun (Rp 141,9 kuadriliun) dalam satu dekade.

Selain target valuasi, Tesla juga menargetkan penjualan 20 juta kendaraan listrik per tahun, peluncuran 1 juta robotaxi, serta produksi 1 juta robot humanoid Optimus yang menjadi simbol inovasi terbaru perusahaan.

Model kompensasi semacam ini bukan hal baru bagi Tesla. Skema serupa pernah disetujui pada 2018, di mana Musk juga tidak menerima gaji tetap melainkan berbasis saham sesuai pencapaian target.

Namun, paket terbaru ini diklaim jauh lebih ambisius, menyesuaikan dengan posisi Tesla yang kini menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Suasana rapat umum Tesla di Austin berubah semakin meriah setelah hasil voting diumumkan. Musk naik ke panggung dengan ekspresi gembira dan disambut kemunculan robot humanoid “Optimus”, hasil pengembangan divisi robotika Tesla.

“Apa yang akan kita lakukan bukan sekadar babak baru, tapi sebuah buku baru dalam sejarah Tesla,” ujar Musk dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin, seperti dilaporkan India Today.

Momen unik terjadi ketika Musk secara spontan menari bersama beberapa robot Optimus di atas panggung.

Aksi itu menjadi sorotan utama dalam acara dan segera viral di media sosial, menggambarkan antusiasme perusahaan dalam menatap masa depan teknologi otomotif dan robotika.

Para peserta rapat, termasuk investor besar dan karyawan Tesla, menyambut aksi tersebut dengan sorak sorai. Banyak yang menilai momen itu sebagai simbol semangat baru perusahaan untuk melangkah lebih jauh di bidang AI, otomasi, dan robotika industri.

Persetujuan 75 persen pemegang saham atas paket kompensasi Musk dianggap sebagai bentuk dukungan besar terhadap kepemimpinannya.

Meski sering menuai kontroversi karena gaya manajemen yang eksentrik dan aktivitasnya di luar Tesla—termasuk kepemilikan di X (Twitter) dan xAI—para pemegang saham tampaknya masih menilai Musk sebagai sosok kunci di balik kesuksesan Tesla.

Banyak analis menilai keputusan ini mencerminkan optimisme investor terhadap arah masa depan Tesla, terutama di sektor kendaraan listrik, AI, dan robotika.

Dengan dukungan yang begitu besar, Musk kini memiliki ruang lebih luas untuk mewujudkan visinya: menjadikan Tesla bukan hanya produsen mobil listrik, tetapi perusahaan teknologi terdepan yang membentuk masa depan transportasi dan kecerdasan buatan dunia.

Rapat tahunan di Austin pun berakhir dengan suasana penuh semangat dan optimisme. Dalam satu malam, Tesla tak hanya mempertegas kepercayaan investornya pada Musk, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ikon inovasi teknologi global yang terus bergerak menulis “buku baru” dalam sejarah industri otomotif dunia. (xpr)