INBERITA.COM, Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian dalam ajang Moto3 Amerika Serikat 2026.
Tampil di sesi kualifikasi yang digelar di Circuit of The Americas (COTA) pada Sabtu (28/3/2026), Veda sukses mengamankan posisi start keempat untuk balapan utama yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Hasil ini menempatkan Veda Ega Pratama sangat dekat dengan baris terdepan atau front row.
Meski demikian, pembalap berusia 17 tahun tersebut harus puas memulai balapan dari posisi keempat setelah mengalami insiden krusial di penghujung sesi kualifikasi kedua (Q2).
Dalam sesi yang berlangsung ketat, Veda sejatinya sempat mencatatkan waktu yang cukup kompetitif untuk menembus tiga besar.
Namun, peluang tersebut sirna setelah catatan waktu terbaiknya (hotlap) dibatalkan oleh pengawas lomba.
Pembatalan itu terjadi karena Veda terdeteksi melanggar batas lintasan (track limit) di momen-momen terakhir sesi kualifikasi.
Kendati gagal mengunci posisi start di baris depan, performa Veda tetap menuai pujian dari berbagai pihak.
Ia dinilai mampu menunjukkan kualitas dan mentalitas yang matang, meskipun masih berstatus sebagai rookie di kelas Moto3.
Adapun hasil akhir kualifikasi Moto3 Amerika 2026 menempatkan tiga pembalap di baris terdepan, yakni Alvaro Carpe dari KTM Ajo, Casey O’Gorman dari SIC58 Squadra Corse, serta Valentin Perrone dari KTM Tech3.
Ketiganya akan старт dari posisi satu hingga tiga, sementara Veda menguntit tepat di belakang mereka di posisi keempat.
Capaian ini semakin menegaskan potensi besar yang dimiliki Veda Ega Pratama di kancah balap internasional.
Dalam tiga seri awal musim Moto3 2026, ia menunjukkan konsistensi yang mengesankan.
Veda selalu berhasil langsung menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) tanpa harus melalui sesi kualifikasi pertama (Q1), sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi pembalap debutan.
Penampilan solid ini juga mencerminkan proses adaptasi yang berjalan cepat antara Veda dengan motor Moto3 yang ditungganginya bersama Honda Team Asia.
Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3 yang dikenal kompetitif.
Selain itu, keberanian dan determinasi Veda di lintasan turut menjadi nilai tambah.
Ia tidak hanya mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman, tetapi juga menunjukkan potensi untuk menjadi penantang serius di setiap seri.
Dengan старт dari posisi keempat, peluang Veda untuk meraih hasil maksimal di balapan utama tetap terbuka lebar.
Posisi старт yang strategis memberikan keuntungan tersendiri, terutama dalam upaya menembus barisan depan sejak lap awal.
Para penggemar balap Tanah Air pun kini menaruh harapan besar pada penampilan Veda di Moto3 Amerika 2026.
Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan momentum dengan baik, bukan tidak mungkin ia akan mencatatkan hasil yang lebih gemilang di balapan nanti.
Keberhasilan Veda Ega Pratama menembus posisi старт empat besar dalam kualifikasi Moto3 Amerika 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang siap bersaing di level dunia.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana ia akan mengonversi старт impresif tersebut menjadi hasil maksimal di lintasan balap.