INBERITA.COM, Nama konten kreator Steven Wongso tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pernyataannya terkait penjual martabak manis memicu kontroversi.
Ucapan yang dinilai menyinggung para pelaku usaha tersebut berujung pada gelombang hujatan dari netizen hingga kabar dirinya diblacklist oleh sejumlah pedagang.
Peristiwa ini bermula dari unggahan konten terbaru Steven Wongso di akun media sosialnya.
Berbeda dari konten-konten sebelumnya, kali ini ia membahas tentang martabak manis, salah satu jajanan populer di Indonesia.
Dalam video yang beredar luas, Steven terlihat duduk sambil mengenakan selimut berwarna krem dan memegang sekotak martabak manis.
Dalam konten tersebut, ia secara terang-terangan mengungkapkan pandangannya yang menuai pro dan kontra.
Steven menyebut para penjual martabak manis memiliki banyak dosa. Pernyataan tersebut ia kaitkan dengan kekhawatirannya terhadap kandungan gula yang tinggi dalam makanan tersebut.
“Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu banyak dosanya. Amit pak bu,” ujarnya dalam video tersebut.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari publik, terutama para penjual dan pecinta martabak manis. B
anyak yang menilai ucapan tersebut berlebihan dan tidak pantas, terlebih karena menyangkut profesi orang lain yang mencari nafkah.
Tak berhenti di situ, Steven juga mengungkapkan pandangannya mengenai dampak kesehatan dari konsumsi martabak manis.
Ia menyoroti tingginya kadar gula dalam makanan tersebut yang menurutnya berpotensi membahayakan jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Bahkan, ia sempat menyamakan martabak manis dengan sesuatu yang berbahaya layaknya narkoba.
“Sadar nggak seberapa banyak gula dalam adonan martabak bapak, ibu? Itu bener-bener bisa ngebunuh orang kalau terus-terusan, ‘tapi kan makannya seminggu sekali’, ‘amit pak bu emang martabak manis bukanya seminggu sekali” ucapnya.
Narasi yang disampaikan dalam video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, termasuk Twitter melalui akun @miskintv.
Warganet pun ramai-ramai memberikan tanggapan, sebagian besar bernada kritik hingga kecaman terhadap Steven Wongso.
Gelombang hujatan yang muncul tidak hanya datang dari netizen, tetapi juga dari kalangan pedagang martabak.
Beberapa di antaranya bahkan dikabarkan mengambil langkah tegas dengan mem-blacklist Steven Wongso, sebagai bentuk protes atas pernyataannya yang dianggap merugikan dan merendahkan profesi mereka.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana sebuah konten di media sosial dapat dengan cepat memicu reaksi luas dari publik, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti pekerjaan dan mata pencaharian masyarakat.
Di sisi lain, pernyataan Steven juga memunculkan diskusi mengenai kesadaran akan kesehatan dan konsumsi gula berlebih, meskipun cara penyampaiannya dinilai kurang tepat oleh banyak pihak.
Hingga kini, kontroversi tersebut masih menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Nama Steven Wongso terus menjadi sorotan, sementara respons publik menunjukkan betapa pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan opini di ruang digital yang terbuka.