Ratusan Penerbangan Dibatalkan, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau

INBERITA.COM, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten. Penutupan darurat ini dilakukan untuk mengantisipasi bahaya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Notice to Air Missions Nomor A3341/26. Operasional penerbangan di bandara utama tersebut disetop mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB akibat potensi sebaran abu vulkanik.

Penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan.

Pengelola bandara terus berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan terkait guna memastikan penanganan operasional dan pelayanan penumpang tetap berjalan optimal.

Manajemen bandara langsung mengaktifkan Service Recovery Activation bagi para penumpang yang terdampak gangguan jadwal. Fasilitas pemulihan layanan ini mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan secara gratis.

Pengelola juga menyiapkan bus di setiap terminal guna mendukung mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi bersama maskapai. Sejumlah fasilitas pendukung turut diserahkan untuk memenuhi kebutuhan pelintas selama periode penghentian sementara tersebut.

Posko khusus di Terminal 1B telah dibuka guna memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi darurat di lapangan. Sektor komersial juga dioptimalkan lewat koordinasi bersama para tenant agar operasional layanan berlangsung penuh selama 24 jam.

Data periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB menunjukkan ada 209 pergerakan pesawat terjadwal yang dibatalkan. Angka pembatalan penerbangan tersebut mencakup 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menangani dampak penutupan sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang. Pemulihan operasional bakal dijalankan secara bertahap sambil memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.

Seluruh pengguna jasa diimbau untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Informasi kebandarudaraan lebih lanjut dapat diakses melalui Contact Center InJourney Airports 172.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan ada enam bandara yang ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan penghentian operasional ini diputuskan demi menjamin keselamatan penerbangan nasional.

Pengumuman darurat tersebut disampaikan Menteri Perhubungan dalam jumpa pers daring di Jakarta. Kebijakan penutupan diambil usai kementerian menerima laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait sebaran abu vulkanik.

Kementerian Perhubungan mulanya menutup lima titik fasilitas udara meliputi Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, serta Budiarto Curug Tangerang.

Pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB kemudian memasukkan Bandara Husein Sastranegara Bandung ke dalam daftar wilayah terdampak.

“Pada kondisi sekarang ini, kami ingin melakukan update kembali berdasarkan informasi yang kami peroleh dengan melakukan tes pukul 12.00 WIB untuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak, sehingga pada pukul 12.00 Bandara Husein Sastranegara di Bandung kami nyatakan ditutup untuk penerbangan.” katanya.

Penutupan bandara diputuskan berdasarkan pemantauan situasi terkini yang menempatkan faktor keamanan sebagai prioritas utama.

Pemerintah pusat terus menjalin koordinasi lintas sektor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, AirNav Indonesia, operator bandara, serta maskapai penerbangan. Seluruh informasi perkembangan situasi erupsi akan terus diperbarui secara berkala kepada publik.

Maskapai penerbangan diminta agar mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri terbang tatkala situasi belum memungkinkan. Pemantauan ketat terus dilakukan agar seluruh layanan transportasi udara dapat kembali normal setelah situasi dinyatakan aman.