INBERITA.COM, Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah sejumlah pejabat Israel menyampaikan pernyataan yang mengindikasikan kesiapan menghadapi kemungkinan konflik lanjutan dengan Iran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap arah kebijakan Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi langkah Israel.
Berdasarkan laporan media penyiaran publik Israel Kan yang dikutip sejumlah media internasional, terdapat pandangan di kalangan pejabat Israel bahwa operasi militer lanjutan terhadap Iran tetap menjadi salah satu opsi apabila situasi berkembang ke arah yang dinilai mengancam keamanan nasional.
Namun, laporan tersebut menyebut keputusan strategis masih berkaitan erat dengan sikap pemerintah Amerika Serikat.
Laporan lain yang dikutip dari The New York Post menyebut seorang sumber di Yerusalem mengatakan Israel siap kembali mengambil tindakan militer apabila dianggap diperlukan.
“Kami bersedia melakukannya lagi, jika diperlukan.”
Sumber tersebut juga mengakui bahwa eskalasi konflik tentu membawa konsekuensi bagi masyarakat Israel, namun menurutnya pemerintah tidak ingin mengabaikan perkembangan yang terjadi di Iran.
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa keamanan Israel tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Dalam pidatonya pada upacara kelulusan pilot Angkatan Udara Israel, Netanyahu mengatakan negaranya telah menyiapkan berbagai skenario menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Ia juga kembali menegaskan sikap pemerintah Israel terkait program nuklir Iran.
“Dengan atau tanpa perjanjian, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujar Netanyahu.
Pernyataan serupa disampaikan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir. Menurutnya, militer Israel masih terus menyusun berbagai rencana operasi dan mempertahankan kesiagaan tinggi.
“Di papan gambar ada rencana-rencana baru. Operasi besar masih diperkirakan akan ada di depan kita. Bersiaplah,” katanya.
Zamir menambahkan bahwa militer Israel terus memantau perkembangan situasi di Iran maupun Lebanon sambil mempertahankan kesiapan operasional apabila diperlukan respons cepat.
Selain isu Iran, Netanyahu juga menyinggung keberadaan pasukan Israel di Lebanon selatan. Ia menyatakan pasukan akan tetap berada di wilayah tersebut selama dianggap diperlukan untuk menjamin keamanan kawasan utara Israel.
Pernyataan itu muncul ketika Lebanon masih mendorong penarikan pasukan Israel dari sejumlah titik di wilayah selatan sebelum pembicaraan lanjutan kedua negara kembali digelar.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dinamika keamanan Timur Tengah masih berada dalam fase yang sensitif.
Sikap Amerika Serikat, khususnya kebijakan Presiden Donald Trump terhadap kawasan, diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi arah hubungan Israel dan Iran dalam waktu mendatang.
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai keputusan operasi militer baru.
Berbagai pihak di tingkat internasional terus menyerukan langkah diplomasi agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas kawasan maupun perekonomian global.