Menlu Turki: Israel Berusaha Ciptakan Musuh Baru untuk Alihkan Sorotan Dunia, Kami Tidak Takut!

INBERITA.COM, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Israel tengah berupaya membangun narasi baru dengan menghadirkan musuh baru di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap kebijakan dan operasi militernya di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Fidan dalam wawancara pada program Gece Görüşü (Night Vision) yang disiarkan CNN Türk.

Dalam kesempatan itu, ia mengemukakan pandangan pemerintah Turki mengenai perubahan persepsi publik internasional terhadap Israel serta dinamika geopolitik yang berkembang belakangan ini.

Menurut Fidan, narasi yang selama ini digunakan Israel untuk memperoleh dukungan dari sebagian negara Barat kini semakin sulit dipertahankan.

Ia menilai masyarakat internasional mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap dampak konflik yang terjadi dan membentuk penilaian sendiri.

“Ketika kebijakan itu tidak lagi dapat meyakinkan atau menipu masyarakat, semua orang akhirnya melihat bahaya yang sebenarnya,” ujar Fidan.

Ia juga mengklaim muncul perubahan sikap di berbagai kalangan internasional, mulai dari lingkungan akademik, media, hingga komunitas intelektual. Menurutnya, gelombang kritik terhadap Israel saat ini lebih luas dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Dalam wawancara tersebut, Fidan mengatakan dirinya kerap mendapat pertanyaan mengenai arah kebijakan Israel saat melakukan kunjungan ke berbagai negara.

Ia menjawab bahwa Israel, menurut pandangannya, sedang berupaya membentuk musuh baru untuk mengalihkan perhatian dari kritik yang terus mengemuka.

“Selama kunjungan saya ke berbagai negara, saya sering mendapat pertanyaan mengenai hal ini. Jawaban saya selalu sama, yaitu Israel sedang mencoba menciptakan musuh bagi dirinya sendiri,” katanya.

Fidan juga menegaskan posisi Turki yang akan tetap mempertahankan kepentingan nasional maupun regionalnya. Ia mengatakan Ankara tidak akan ragu mengambil sikap apabila kebijakan pihak lain dinilai bertentangan dengan kepentingan tersebut.

“Selama Israel atau pihak lain bertentangan dengan kepentingan nasional dan regional kami, kami tidak memiliki alasan untuk takut, ragu-ragu, atau mundur. Konfrontasi bukanlah masalah bagi kami,” ujarnya.

Hubungan Turki dan Israel dalam beberapa tahun terakhir mengalami ketegangan, terutama terkait perkembangan konflik di Gaza, Lebanon selatan, dan wilayah perbatasan Suriah.

Turki menjadi salah satu anggota NATO yang paling vokal mengkritik langkah-langkah militer Israel di kawasan tersebut.

Menutup wawancaranya, Fidan menegaskan bahwa isu yang melibatkan Israel tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Turki. Menurutnya, persoalan tersebut telah berkembang menjadi isu internasional yang berdampak lebih luas.

“Israel bukan hanya masalah Turki. Ini adalah masalah dunia dan menyangkut seluruh umat manusia,” kata Fidan.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan sebagaimana disampaikan dalam wawancara dengan CNN Türk.

Hingga kini, posisi resmi pemerintah Israel terkait pernyataan tersebut tidak disampaikan dalam materi sumber yang menjadi dasar pemberitaan ini.