INBERITA.COM, Kematian mendadak Jorge Messi, ayah sekaligus sosok paling berpengaruh dalam karier dan kehidupan Lionel Messi, telah mengguncang dunia sepak bola. Pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, Jorge mengembuskan napas terakhirnya di sebuah klinik medis di Rosario, Argentina, dalam usia 68 tahun.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar, terutama bagi sang megabintang yang selama ini ia dampingi dalam setiap langkah kariernya.
Selama beberapa bulan terakhir, Jorge menjalani perawatan medis secara intensif di pusat kesehatan di Rosario. Kondisinya yang semakin melemah sempat menjadi sorotan publik, terutama setelah Lionel Messi terlihat menangis dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Aljazair.
Dalam konferensi pers seusai laga, sang kapten timnas Argentina itu mengungkapkan bahwa tangisannya bukan karena sepak bola, melainkan karena “beberapa hari yang sulit dan rumit” yang tengah ia lalui. Baru kemudian diketahui bahwa kondisi kesehatan ayahnya tengah memburuk.
Jorge bukan sekadar seorang ayah bagi Lionel Messi. Ia adalah mentor, agen, dan pilar utama yang mendukung setiap keputusan karier putranya. Sejak Lionel masih bermain di akademi remaja Barcelona, Jorge lah yang selalu ada di sampingnya, memberikan dorongan moral dan strategi.
Bahkan ketika Lionel memutuskan pindah ke Paris Saint-Germain pada 2021, Jorge turut serta dalam setiap tahap transisi tersebut.
Perannya sebagai agen juga tak bisa dianggap remeh—Jorge membantu mengarahkan karier putranya dengan visi yang tajam, jauh sebelum Lionel menjadi legenda hidup sepak bola.
Kehadiran Jorge dalam hidup Lionel tidak hanya terbatas pada aspek profesional. Dalam setiap momen penting, baik suka maupun duka, ayahnya selalu menjadi tempat berteduh.
Ketika Lionel meraih trofi Piala Dunia pertama bagi Argentina pada 2022, Jorge hadir di tribun untuk menyaksikan sejarah tercipta.
Begitu pula ketika Lionel mengalami cedera atau tekanan psikologis, Jorge selalu siap memberikan dukungan tanpa syarat. Hilangnya sosok ini tentu meninggalkan kekosongan yang sulit diisi, terutama bagi seseorang yang begitu dekat dengan keluarganya.
Setelah Piala Dunia 2026, Lionel sempat menghabiskan waktu lebih lama bersama Jorge sebelum kembali bergabung dengan Inter Miami. Kepergian ayahnya yang begitu cepat, setelah perjuangan panjang melawan penyakit, menjadi pukulan berat bagi sang megabintang.
Dalam beberapa hari terakhir, Lionel terlihat lebih tenang, namun tak dapat disangkal bahwa kehilangan ini akan meninggalkan jejak yang dalam dalam perjalanan karier dan pribadinya.
Klub masa kecil Lionel, Newell’s Old Boys, turut menyampaikan duka cita atas kepergian Jorge.
Melalui unggahan di media sosial, klub tersebut menulis, “Atletico Newell’s Old Boys mengucapkan selamat tinggal dengan kesedihan yang mendalam kepada Jorge Messi, yang meninggal dunia pada usia 68 tahun di kota Rosario.”
Ungkapan belasungkawa ini mencerminkan betapa besar pengaruh Jorge tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi komunitas sepak bola Argentina secara luas.
Kematian Jorge Messi juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam dunia olahraga profesional. Banyak atlet yang berhasil mencapai puncak karier berkat dorongan orang-orang terdekat, dan Jorge adalah contoh nyata dari hal tersebut.
Tanpa dukungan penuh dari ayahnya, mungkin perjalanan Lionel Messi tidak akan segemilang sekarang. Ia bukan hanya seorang pemain hebat, tetapi juga seorang anak yang sangat menghormati dan mencintai keluarganya.
Bagi Lionel Messi sendiri, kehilangan ini akan menjadi ujian berat. Sepak bola telah memberinya segalanya—ketenaran, kekayaan, dan pengakuan global—namun keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam hidupnya.
Ketika ia kembali ke lapangan setelah masa berkabung, seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana ia mengatasi duka ini, apakah ia akan tetap tampil prima atau justru terpengaruh secara emosional.
Dunia sepak bola kini berduka atas kepergian Jorge Messi. Ia adalah sosok yang jarang terlihat di depan publik, namun perannya dalam membentuk salah satu pemain terhebat sepanjang masa tak terbantahkan.
Warisannya tidak hanya terukir dalam prestasi Lionel, tetapi juga dalam nilai-nilai keluarga, ketabahan, dan cinta yang tak tergantikan. Semoga Jorge menemukan kedamaian di sisi Tuhan, sementara Lionel dan keluarganya diberikan kekuatan untuk melanjutkan hidup tanpa dirinya.