INBERITA.COM, Pertahanan gelar juara kelas welter Ultimate Fighting Championship (UFC) oleh Islam Makhachev di UFC 330 tak hanya menegaskan dominasinya di dunia MMA, tetapi juga membuktikan bahwa gelar tersebut tak mudah direbut.
Dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47 dari para juri, Makhachev berhasil mempertahankan sabuk juaranya setelah lima ronde sengit melawan Ian Machado Garry di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Minggu dini hari WIB.
Kemenangan angka ini menjadi bukti bahwa Makhachev tak hanya sekadar juara, tetapi juga atlet yang mampu bertahan di bawah tekanan.
Pertarungan yang berlangsung lima ronde itu dimulai dengan Makhachev langsung menunjukkan agresivitasnya. Tendangan keras ke kepala Garry di awal pertarungan nyaris mengakhiri duel lebih cepat, tetapi Garry berhasil bangkit dan melanjutkan perlawanan.
Meskipun sempat terjatuh, penantang asal Irlandia itu tak menyerah dan justru memberikan perlawanan sengit kepada sang juara. Upaya kuncian kaki tunggal yang dilakukan Makhachev di ronde pertama menjadi strategi awal untuk mengendalikan pertarungan.
Garry tak tinggal diam. Ia membalas dengan tendangan tajam, termasuk satu yang nyaris mengenai lutut Makhachev, serta serangan-serangan keras yang memaksa Makhachev tetap waspada.
Meskipun Garry berusaha melepaskan diri, Makhachev berhasil mempertahankan kendali dengan menghujani serangan lutut sejak ronde pertama.
Di akhir ronde, Garry mencoba membuka serangan dengan pukulan keras, tetapi Makhachev tetap menguasai posisi di belakangnya.
Memasuki ronde-ronde berikutnya, Makhachev semakin agresif dan berhasil melakukan takedown sebelum akhirnya mengunci tubuh Garry di atas kanvas. Ia mencoba menerapkan kuncian segitiga sambil berupaya melakukan submission, tetapi Garry berjuang keras untuk menghindar.
Saat waktu semakin menipis, Makhachev memanfaatkan kesempatan itu dengan serangan-serangan efektif dari belakang, membuat Garry tak berdaya.
Kemenangan ini tak hanya sekadar mempertahankan gelar untuk pertama kalinya, tetapi juga menegaskan posisi Makhachev sebagai salah satu petarung terbaik di kelas welter.
Dengan rekor 29 kemenangan dan satu kekalahan, ia semakin solid di puncak klasemen UFC. Sementara itu, Garry harus menerima kegagalan dalam upayanya merebut sabuk juara, dengan rekor kini menjadi 17 kemenangan dan dua kekalahan.
Pertarungan ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan perbedaan gaya bertarung antara Makhachev yang lebih mengandalkan penguasaan posisi dan Garry yang agresif dengan serangan-serangan terbuka.
Meski kalah, Garry tetap mendapat apresiasi karena mampu bertahan dari tekanan Makhachev yang terkenal dengan ground gamenya yang mematikan. Bagi Makhachev, kemenangan ini menjadi bukti bahwa ia tak hanya sekadar juara, tetapi juga atlet yang terus berkembang.
Dengan pertahanan gelar ini, Makhachev kini semakin dekat dengan kemungkinan pertarungan melawan petarung-petarung top lainnya di kelas welter. Sementara itu, Garry perlu evaluasi mendalam untuk kembali bangkit dan mengejar mimpinya meraih gelar juara dunia.