INBERITA.COM, Rey, perempuan yang menyamar sebagai laki-laki untuk menikahi Intan Anggraeni, seorang gadis asal Kota Malang, akhirnya buka suara terkait tuduhan pemalsuan identitas dan dokumen yang dilaporkan Intan ke Polresta Malang Kota.
Sebelumnya, Intan mengaku baru mengetahui bahwa Rey adalah perempuan saat malam pertama mereka, yang kemudian memicu serangkaian tuduhan terhadap Rey.
Setelah beberapa hari membisu, Rey yang kini berusia 36 tahun itu angkat bicara dan membantah berbagai tuduhan yang menyudutkannya.
Dalam klarifikasinya yang disampaikan pada Kamis (9/4/2026), Rey menegaskan bahwa apa yang disampaikan Intan tentang identitasnya tidak sesuai dengan fakta.
“Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” kata Rey saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
Rey merasa bahwa narasi yang beredar di media sosial telah merusak nama baiknya dan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
Menurutnya, hubungan yang mereka jalani tidak didasari oleh kebohongan. Bahkan, Rey menyebut bahwa Intan, yang juga dikenal dengan nama Vela, telah mengetahui identitasnya sejak mereka pertama kali bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.
“Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar,” tambahnya.
Rey juga membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa pernikahan tersebut sepenuhnya adalah rencana dirinya. Ia mengungkapkan bahwa sempat ada upaya untuk mengakhiri hubungan, namun Intan sempat mengancam untuk bunuh diri.
Rey menyatakan, “Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif,” ungkapnya.
Menurut Rey, hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma akibat hubungan sebelumnya yang penuh kekerasan. Rey berusaha untuk memberikan perlakuan yang lebih baik kepada Intan.
“Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ujar Rey.
Terkait dengan tudingan bahwa hubungan mereka dipengaruhi oleh motif ekonomi, Rey mengungkapkan bahwa selama menjalin hubungan, ia sering membantu Intan secara finansial, termasuk melunasi utang-utang yang dimiliki Intan.
“Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,” jelas Rey.
Bahkan, menurut Rey, total uang yang diberikan kepada Intan diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta.
Rey mengaku sempat menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi, dan menurutnya, dari situlah masalah mulai muncul, yang akhirnya berujung pada laporan ke polisi.
Terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa identitas yang digunakan dalam pernikahan mereka adalah asli dan tidak ada pemalsuan.
“Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli,” katanya.
Rey juga menampik tuduhan bahwa ia mengancam atau mengintimidasi Intan dalam hubungan mereka.
“Saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia,” tambahnya.
Setelah laporan polisi diajukan, komunikasi antara Rey dan Intan terputus. Rey mengaku sempat mencoba menghubungi Intan untuk meminta kejelasan, namun tidak mendapatkan respons.
“Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang,” ujarnya.
Namun, Rey tidak tinggal diam. Ia melaporkan balik Intan ke Polres Batu pada Rabu malam (8/4/2026) terkait pencemaran nama baik dan pemerasan.
“Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan. Ada beberapa kasus juga. Tapi nanti biar lawyer-ku yang menjelaskan,” ungkap Rey.
Laporan ini merupakan respons terhadap laporan Intan yang dilayangkan ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen.
Rey mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui tentang laporan yang diajukan Intan setelah video pernikahan mereka yang dilakukan secara sirih viral di media sosial pada Rabu (8/4/2026).
Ia merasa bahwa narasi yang beredar di media tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.
Sebelum membuat laporan balik, Rey sempat berusaha untuk melakukan mediasi dengan mendatangi rumah Intan. Namun, karena tidak ada respons, ia akhirnya memilih untuk melaporkan kembali kepada kepolisian.
Sementara itu, Intan bersama keluarganya telah mengungkapkan beberapa janji palsu yang diberikan Rey untuk memuluskan pernikahan mereka.
Intan mengungkapkan bahwa Rey sempat menjanjikan kehidupan mewah dengan rumah besar dan mobil Lamborghini, yang katanya telah dipesan oleh pelaku.
“Tidak ada perasaan mencurigakan saat itu. Saya seperti luluh dan percaya dengan yang dia sampaikan,” ujar Intan, yang mengaku sangat percaya dengan Rey ketika pelaku menunjukkan video mobil mewah tersebut.
Sodiq, ayah Intan, juga mengaku tidak curiga ketika Rey hendak membeli rumah dekat dengan rumahnya. Rey bahkan mengajak Intan untuk bepergian ke Thailand dan memintanya segera mengurus paspor sebelum pernikahan sirinya dilaksanakan.
“Katanya saya mau diajak ke Thailand. Di sana saya ngapain juga gak tahu, mau liburan atau apa. Pokoknya saat itu disuruh buru-buru mengurus paspor,” cerita Intan.
Rey juga sempat menjanjikan pernikahan mewah di hotel bintang lima di Kota Malang pada 8 April 2026, dengan bintang tamu seperti Judika, Adela, dan NDX AKA, serta Ivan Gunawan sebagai MUA.
Meskipun demikian, Sodiq mengaku tidak mencurigai Rey, meskipun pelaku kerap datang ke rumah mereka.
“Taunya dia (pelaku) laki-laki. Karena dari suara, postur tubuh itu ya mirip seperti laki-laki,” kenang Sodiq.