INBERITA.COM, Kota Bandung berubah menjadi lautan biru pada akhir pekan ini. Ribuan Bobotoh turun ke jalan merayakan keberhasilan Persib Bandung menorehkan sejarah baru di sepak bola nasional setelah memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026.
Gelar tersebut terasa semakin spesial karena menjadikan Maung Bandung sebagai klub pertama yang mampu mencatatkan hattrick juara di era profesional Liga Indonesia.
Euforia kemenangan tidak hanya datang dari para pendukung. Pemerintah daerah hingga tokoh publik ikut memberikan apresiasi atas pencapaian tim asuhan Bojan Hodak tersebut.
Salah satu perhatian terbesar datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menjanjikan bonus pribadi senilai Rp1 miliar untuk skuad Persib.
Janji bonus itu disampaikan Dedi Mulyadi di tengah kemeriahan pelepasan konvoi juara Persib di Bandung. Bonus tersebut disebut berasal dari dana pribadi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi luar biasa yang dicapai klub kebanggaan warga Jawa Barat itu.
Pernyataan tersebut kemudian dibenarkan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia menyebut bonus dari pemerintah provinsi memang sudah disiapkan, sementara tambahan Rp1 miliar berasal langsung dari inisiatif pribadi Dedi Mulyadi.
Keberhasilan Persib musim ini memang dianggap lebih dari sekadar gelar juara biasa. Selain mengunci trofi ketiga secara beruntun, Persib juga resmi melewati rekor Persipura Jayapura sebagai klub tersukses dalam sejarah Liga Indonesia dengan koleksi lima gelar liga.
Catatan itu semakin mempertegas dominasi Persib dalam tiga musim terakhir. Di bawah kepemimpinan Bojan Hodak, tim asal Bandung tersebut mampu mempertahankan konsistensi permainan di tengah ketatnya persaingan papan atas.
Persib memastikan gelar juara usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pekan terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu sore. Hasil tersebut cukup membawa Marc Klok dan kolega finis di puncak klasemen dengan 79 poin.
Borneo FC sebenarnya menempel ketat setelah menang besar 7-1 atas Malut United. Namun Persib unggul dalam rekor pertemuan langsung sehingga berhak keluar sebagai kampiun musim ini.
Atmosfer kemenangan langsung terasa sejak peluit akhir dibunyikan. Stadion GBLA dipenuhi selebrasi suporter yang telah menanti kepastian gelar.
Di luar stadion, ribuan warga Bandung juga tumpah ruah merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka.
Puncak kemeriahan terjadi saat pawai juara digelar mengelilingi sejumlah ruas utama Kota Bandung. Sejak pagi, Bobotoh sudah memadati jalur konvoi demi menyambut para pemain dan ofisial tim.
Beberapa pemain Persib tampak larut dalam suasana. Bek asal Prancis, Layvin Kurzawa, bahkan menjadi salah satu pusat perhatian sepanjang perjalanan konvoi. Ia beberapa kali memimpin yel-yel khas yang langsung disambut riuh ribuan pendukung.
Momen spontan Kurzawa yang meneriakkan “Sssst… Eaaa” sambil melakukan gestur khas komedian legendaris Indonesia menjadi viral di media sosial. Aksi tersebut semakin memperlihatkan kedekatan pemain asing Persib dengan kultur suporter Bandung.
Di sisi lain, gelandang naturalisasi Thom Haye mengaku sulit menggambarkan emosinya setelah meraih gelar pertama bersama Persib. Menurutnya, atmosfer kemenangan di Bandung sangat berbeda dibanding pengalaman sepak bola yang pernah ia rasakan sebelumnya.
“Saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Kami juara tiga kali berturut-turut. Untuk saya ini yang pertama, tapi bagi semua orang di sini ini sangat berarti,” ujar Thom Haye kepada wartawan usai pertandingan.
Keberhasilan Persib juga memunculkan pembahasan baru mengenai pengelolaan klub profesional di Indonesia. Dedi Mulyadi secara khusus memuji manajemen Persib yang dinilai mampu berkembang tanpa terlalu bergantung pada intervensi pemerintah.
Menurutnya, model profesionalisme seperti yang diterapkan Persib menjadi fondasi penting dalam membangun klub yang stabil dan kompetitif dalam jangka panjang.
Penilaian itu tidak lepas dari transformasi Persib dalam beberapa tahun terakhir. Klub tersebut berhasil membangun ekosistem bisnis, pengembangan pemain, hingga basis pendukung yang kuat sehingga mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.
Kini, setelah sukses mencatat sejarah baru, tantangan berikutnya bagi Persib adalah menjaga dominasi dan tampil kompetitif di level Asia.
Ekspektasi publik Bandung pun semakin besar setelah Maung Bandung menempatkan diri sebagai simbol kebangkitan sepak bola nasional modern.
Bagi Bobotoh, gelar musim ini bukan sekadar trofi tambahan. Ini adalah penegasan identitas, kebanggaan daerah, dan bukti bahwa Persib telah menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.