INBERITA.COM, Kapal cepat Mentawai Fast 01 akhirnya berhasil disandarkan di Pelabuhan Muaro, Padang, Jumat malam setelah tiga jam terombang-ambing akibat cuaca buruk.
Proses penambatan yang berlangsung dramatis itu melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk SAR, BPBD, TNI, dan Polri.
Mentawai Fast 01 sempat terjebak di perairan Muaro sejak sore akibat gelombang tinggi, hujan deras, dan angin kencang yang menghantam kawasan tersebut. Mesin kapal mati sehingga harus ditarik oleh kapal lain, Mentawai Fast 02, untuk mendekat ke dermaga.
Penumpang yang terdiri dari 294 orang, termasuk 85 warga negara asing, akhirnya bisa turun dengan selamat setelah kapal berhasil ditarik menuju dermaga. Sorak-sorai terdengar dari dalam kapal ketika bagian depan berhasil diarahkan menuju pelabuhan sekitar pukul 20.50 WIB.
Proses penambatan memakan waktu sekitar 10 menit karena ukuran kapal yang besar dan kondisi cuaca yang masih sulit. Tali tambang besar dipasang untuk mencegah kapal terbawa arus atau miring akibat hantaman gelombang.
Personel gabungan bekerja sama menarik tali tambang dari sisi kiri kapal untuk mengendalikan arahnya menuju dermaga. Sementara itu, dari belakang, Mentawai Fast 02 terus mendorong kapal dengan mesinnya yang menderu.
Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, memastikan seluruh penumpang dan 12 anak buah kapal dalam keadaan selamat. Ia merinci komposisi penumpang, termasuk 120 dewasa lokal, 20 anak-anak lokal, 59 dewasa WNA, dan 12 anak-anak WNA.
Terdapat pula 16 dewasa lokal dan 3 anak-anak dalam kategori VIP, serta 58 dewasa WNA dan 6 anak-anak WNA kategori VIP. Total keseluruhan penumpang yang tercatat dalam manifest berjumlah 294 orang.
Kapal berangkat dari Mentawai sekitar pukul 14.00 WIB menuju Padang, namun mengalami gangguan saat memasuki gerbang Muara Padang akibat cuaca buruk. Hujan lebat dan angin kencang menyulitkan proses evakuasi karena gelombang masih tinggi di sekitar lokasi.
Tim SAR gabungan melakukan asesmen dan upaya evakuasi, namun sempat terkendala oleh kondisi ombak yang belum sepenuhnya mereda. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah cuaca sedikit membaik menjelang malam hari.
Selain BPBD dan SAR, sejumlah unsur lain turut terlibat dalam penanganan insiden ini, seperti Basarnas, TNI, Polri, Damkar, Satpol PP, Dinas Kelautan, dan PMI. Mereka memastikan keselamatan penumpang selama proses penanganan berlangsung.
Manager Mentawai Fast, Riswan Ari Bayu, menjelaskan kapal mengalami masalah setelah terkena hempasan angin kencang saat memasuki Muara Padang. Bagian propeller juga diketahui terkena batu sehingga tidak berfungsi dengan baik.
Menurut Riswan, kapal terbawa ombak hingga keluar jalur dan kandas di perairan Muaro. Ia memastikan seluruh penumpang dan ABK dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Pihak Mentawai Fast memutuskan menghentikan sementara operasional armadanya untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Riswan mengatakan pemeriksaan akan dilakukan selama satu hingga dua minggu sebelum armada kembali beroperasi.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem di jalur pelayaran. Kondisi cuaca yang tidak menentu sering kali menjadi ancaman serius bagi kapal-kapal yang melintasi perairan Sumatera Barat.
Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini. Kolaborasi antar-instansi terbukti efektif dalam menyelamatkan kapal dan penumpang dari kondisi yang sempat kritis.