Bilal Hasan Resmi Masuk UFC Panggung Terbesar MMA Dunia: Mimpi yang Tak Mudah Terwujud

INBERITA.COM, Mimpi untuk berlaga di Ultimate Fighting Championship (UFC) bagi para atlet bela diri campuran (MMA) bukan sekadar cita-cita biasa.

Proses panjang yang harus ditempuh, mulai dari level amatir hingga profesional, membuat hanya segelintir atlet yang mampu menembus gerbang kompetisi paling bergengsi di dunia ini.

Dua nama Indonesia, Jeka Saragih dan Bilal Hasan, telah membuktikan bahwa jalan menuju UFC bukanlah hal yang mustahil.

Jeka Saragih, atlet asal Sumatera Utara, memulai perjalanannya di dunia bela diri sejak sekolah menengah pertama dengan menggeluti wushu. Konsistensinya membuahkan hasil ketika ia menjuarai kelas ringan di One Pride MMA.

Meskipun sempat gagal di final Road to AFC Asia Season 1 akibat kalah TKO dari Anshul Jubli, UFC tetap memberikan kontrak kepadanya bersama 11 atlet lainnya.

Debutnya di UFC pada November 2023 berjalan spektakuler dengan kemenangan KO atas Lucas Alexander, yang juga memberinya bonus 50 ribu dolar AS sebagai *performance of the night*.

Namun, dua kekalahan berikutnya dari Westin Wilson dan Yoo Joo-sang membuat statusnya kini *not fighting*.

Di sisi lain, Bilal Hasan menjadi penerus estafet perjuangan atlet Indonesia di UFC. Lahir di Hawaii dan besar di Mukilteo, Washington, Bilal mengakui dirinya tumbuh dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Uniknya, gangguan ini justru tidak memengaruhi konsentrasinya saat berlatih seni bertarung. Sejak usia lima tahun, ia telah mendalami taekwondo dan meraih berbagai prestasi, termasuk emas di Kejuaraan Nasional AS dan Internasional Pan American. Pada 2015, ia bahkan masuk tim taekwondo junior Amerika Serikat.

Setelah meraih sukses di taekwondo, Bilal beralih ke MMA dan mencatatkan empat kemenangan berturut-turut di level amatir. Pada 2022, ia memutuskan untuk berkarier profesional di Cage Fury Fighting Championship (CFFC), salah satu kompetisi penting di AS untuk membuka jalan menuju UFC.

Dalam waktu singkat, Bilal mencatatkan tujuh kemenangan tanpa kekalahan, termasuk merebut gelar juara kelas ringan CFFC pada September 2024. Status juara ini membawanya ke Dana White’s Contender Series (DWCS), wadah pencarian bakat UFC.

Di DWCS Season 10 pada Agustus 2026, Bilal menghadapi Mridul Saikia dari India. Dalam waktu hanya 45 detik, ia menaklukkan lawannya dengan KO, yang langsung membuat Dana White memberikan kontrak UFC.

White bahkan menyebut Bilal sebagai “petarung terfavorit sepanjang sejarah Contender Series”.

Julukan *The IndoNinja* pun melekat padanya, mencerminkan determinasi dan semangatnya untuk memopulerkan MMA di Indonesia.

Meski prestasi Bilal begitu gemilang, perjalanannya di UFC masih panjang. Tantangan besar menanti, terutama karena UFC dikenal tidak ramah terhadap atlet Asia, apalagi dari Asia Tenggara.

Apakah Bilal mampu menjadi kampiun berikutnya dari kawasan ini setelah Joshua Van dari Myanmar berhasil melakukannya pada Desember 2025? Hanya waktu yang akan menjawab.